Powered By Blogger

Wilujeng sumping...

" Wilujeung sumping di Blog Abdi, Jalmi nu Insya Allah Calon Pharmacist ti UNPAD tea anu ngagaduhan ngimpi anu ageung "

Minggu, 30 Desember 2012

All about Dadu

Sekapur sirih, selayang pandang tentang perjalanan hidup seorang pria yang selalu merindukan bulan purnama…
Sebut saja Muhammad Badru Tamamuddin, pria kelahiran Bogor 20 Tahun yang lalu tepatnya pada Hari Sabtu Tanggal 14 Maret 1992 M (09 Romadhon 1412 H) dengan berat badan 2700 gram dan panjang badan 47 cm. Biasanya pria ini dikenal dengan sebutan ‘Dadu’ nama panggilan keluarga dan orang-orang terdekat. Menurut etimologi, nama pria ini memiliki arti bulan purnama penyempurna/pelengkap agama, arti yang begitu berat terasa bagi pemiliknya. Di dalam sebuah nama terdapat sebuah do’a, mudah-mudahkan Dadu menjadi insane yang selalu membela agama dalam setiap kehadirannya. Seperti bulan purnama yang selalu muncul saat kelamnya malam, Dadu kecil pun terlahirkan ke dunia tepat pada pukul 00:25 WIB, melewati tengah malam dan hampir mendekati pagi. Harapan lain, mudah-mudahan Dadu menjadi penerang saat orang lain merasa bersedih (Aaamiin).
Awalnya, Dadu diberi nama ‘Hasan Basri’, namun entah kenapa nama tersebut diganti. Ada alasan karena Dadu kecil sering sakit-sakitan, bahkan saat kecil Dadu sudah bosan dengan obat dan pernah mengalami operasi padahal kondisi badannya tidak kuat menahan sakitnya operasi. Mungkin sudah menjadi suratan takdirnya, di dalam kondisi yang serba kekurangan, Allah memberikan kesempatan dan kenikmatan untuk melanjutkan hidup. Padahal mendengar narasumber yang menjadi saksi kelahiran Dadu, kondisi Dadu kecil sangatlah memprihatinkan. Terima kasih Yaa Allah atas segala karunia-Mu.
Seperti layaknya anak kecil kebanyakan, Dadu kecil senang sekali main. Dadu kecil bebas melakukan apapun tanpa mengkhawatirkan resiko yang akan didapatkan. Pernah suatu ketika, Dadu kecil akan terjatuh dari sebuah pohon kecapi yang lumayan tinggi yang dibawahnya terdapat sebuah sungai yang mengalir deras. Namun, karena sedang beruntung Dadu pun tidak terjatuh. Di lain sisi, ketidakberuntungan pun pernah menghampiri Dadu kecil, diantaranya Dadu pernah digigit seekor monyet yang sedang kelaparan, maksud hati untuk memberi makan, namun malangnya sebuah gigitan yang didapatkan. Memang kurang beruntung. Selain itu, pernah suatu hari Ummi mencari Dadu karena hari sudah mau maghrib dan sebentar lagi larut malam. Ternyata, setelah beberapa jam mencari, Dadu kecil sedang asyik berenang di sebuah sungai yang lumayan besar dan lebar, padahal waktu itu arus airnya lumayan deras, namun saking nakalnya Dadu tidak mengkhawatirkan hal itu.
Teringat suatu hal yang memberikan gelak tawa. Saat itu Dadu kecil diajak Ummi untuk kondangan ke Desa tetangga. Sebagai seorang bocah kecil yang diajak jalan-jalan, pasti terlihat senang mendengar ajakan tersebut. Lagipula, disebuah kondangan pasti terdapat banyak makanan yang bisa dimakan sepuasnya. Tapi, yang terpenting adalah banyak tukang mainan. Dadu pun siap-siap dengan jurus jitunya (nangis) jika keinginannya tidak dipenuhi. Dasar manja sekali anak ini. Namun, semua rencana Dadu musnah sudah, ternyata setelah sampai ditempat tujuan tidak ada sama sekali tukang mainan yang ada hanyalah dokter-dokter berjas putih yang siap mengkhitan anak kecil. ‘Monster ganteng’ yang selalu ditakuti Dadu ini kini menghampirinya. Sial, ternyata Ummi berpura-pura mengajak Dadu kecil untuk pergi kondangan agar mau ikut ke tempat khitanan. Ternyata maksud Ummi yang sebenarnya adalah untuk mengkhitan anaknya, Dadu. Dadu kecil pun pasrah dan hanya menangis dan menangis meminta agar tidak di sunat. Namun, kali ini permintaannya tidak bisa terpenuhi dan akhirnya Dadu pun disunat juga. Setelah disunat, Dadu pun sering menangis, namun diluar dugaan ternyata banyak Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang datang memberikan ‘salam tempel’. Padahal hari ini bukan Idul Fitri ataupun Idul Adha. Tak apalah disunat juga yang penting dapat salam tempel yang banyak (perkataan Dadu dalam hari). Akhirnya Dadu pun tidak menyesal sudah disunat, karena bisa mendapatkan salam tempel.

Selasa, 11 Desember 2012

Sobat ODHA, kalian tidak sendiri kawan!


For www.odhaberhaksehat.org; From M. Badru Tamamudin (Farmasi Unpad)


Apa yang ada dibenak kawan-kawan jika mendengar kata ODHA? Tentunya kebanyakan berpikiran yang tidak-tidak. ODHA yang merupakan penderita salah satu penyakit yang mematikan didunia. AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan bentuk terparah atas akibat infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus). HIV merupakan salah satu bentuk retrovirus yang biasanya menyerang alat-alat vital misalnya sistem kekebalan tubuh manusia, sehingga akan mengakibatkan sistem imun berkurang pertahanannya. Salah satu gejala awalnya adalah: ketahanan tubuh menurun, lesu, demam, otot sakit, batuk, dan sariawan berulang. Biasanya menular dengan cara seks bebas, jarum suntik dan mungkin transfusi darah yang terkena infeksi virus ini.
1Desember kemarin, tepatnya pada hari Sabtu, semakin banyak saja suara-suara rakyat yang menyerukan tentang ODHA ini. Sebagai insan yang mulia, seharusnya ODHA tidak boleh dikucilkan, yang lalu sudahlah berlalu cukup saja menjadi kenangan yang bisa diambil manfaatnya jangan sampai terjatuh ke lubang yang sama. Namun, sebaliknya kita harus mengayomi, merangkul mereka dengan segenap kemampuan kita. Dengan adanya hubungan harmonisasi ini, diharapkan ODHA dapat sembuh dengan total dan dapat melaksanakan semua aktivitasnya dengan penuh semangat dan daya juang yang tinggi. Sebagai itu, kita juga harus melihat pada diri sendiri, belum tentu kita lebih baik jika dibandingkan dengan ODHA. Jadi, semua orang disisi Tuhan itu sama yang berbeda hanya amal ibadah dan tingkat ketakwaannya.
Suara gemuruh disana-sini menyerukan tentang hari AIDS sedunia. Namun, jika hanya berbanyak kata tanpa berkarya nyata, maka semuanya akan sia-sia saja. Diperlukan langkah kongkrit bagi sobat ODHA. Diantara cara yang bisa ditempuh adalah dengan melakukan pembinaan, penyuluhan dan rehabilitasi terhadap sobat ODHA. Bagaimanapun ini semua adalah tanggung jawab kita bersama sebagai makhluk sosial yang tidak bisa berdiri sendiri, butuh bantuan dari orang lain.
Hidup ini adalah pilihan, sukses tidaknya hidup kita nanti tergantung pilihan yang kita tentukan. Begitu juga dengan pergaulan, dewasa ini pergaulan  sudah melewati berbagai norma kesusilaan, sehingga tercipta suatu penyelewengan yang berdampak buruk pada kepribadian bangsa. Pemuda sebagai penerus bangsa, seharusnya memberikan andil yang positif dalam membangun karakter bangsa. Jangan sampai terjerat dalam pergaulan bebas yang akan berakibat buruk pada dirinya sendiri ataupun khalayak pada umumnya.



So Save Our Habitual and Keep Our Body From Freesex

Dibutuhkan suatu tahapan-tahapan dalam menghadapi ODHA, mereka juga sama seperti kita yang harus dilindungi apapun yang akan terjadi. Tahapan-tahapan tersebut antara lain:
1.      Pendekatan secara personal
Biasanya ODHA bersikap tertutup karena dia merasa dirinya sendiri merupakan aib bagi orang lain. Sehingga dibutuhkan sikap yang lemah-lembut yang tidak terkesan menggurui, sehingga mereka tidak merasa tertekan dengan kondisi yang sedang dihadapi. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan celah agar ODHA memberikan informasi apa yang telah terjadi kepadanya, sehingga dapat dilakukan penanganan yang tepat.
2.      Hubungi kerabat terdekat
Jika pendekatan personal sudah tidak mampu dilakukan. Mungkin dengan adanya orang terdekatnya, ODHA bisa lebih terbuka karena merasa lebih nyaman dengan orang yang sudah ia kenal sebelumnya, sehingga terciptanya suatu transparansi informasi ODHA kepada pihak yang membutuhkan untuk tahap pengobatan.
3.      Tahap pengobatan/rehabilitasi
Setelah dilakukan pendekatan personal dan dihubungkan dengan orang terdekat, perlu juga dilakukan rehabilitasi. Di tempat itu ODHA akan dikumpulkan dengan senasib sepenanggungan, sehingga mereka tidak merasa sendiri dan bisa melakukan aktivitas sosial secara bersamaan.
Selain itu, diperlukan juga tekad yang kuat untuk sembuh. Jika tidak diawali niat yang tulus, maka semua usaha yang dilakukan akan sia-sia semata.
            Apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah terkena HIV/AIDS?
1.      Katakan tidak pada hubungan bebas
Salah satu faktor yang utama penyebab infeksi virus HIV adalah dengan hubungan bebas. Sehingga virus akan menyebar dengan begitu mudah dan cepat dalam inkultivasinya dan akan berdampak buruk bagi penderitanya.
2.      Lakukan aktivitas sosial
Melakukan kegiatan kemanusiaan dapat membantu meningkatkan jiwa sosial dan membantu softskill yang harus dimiliki untuk menjadi insan yang berkualitas, dengan begitu diharapkan akan menjadi insan yang berjiwa sosial yang tinggi.
3.      Berolahraga
Berolahraga selain dapat meningkatkan daya tahan tubuh, bisa juga sebagai tahap pencegahan terhadap perilaku yang menyimpang seperti pergaulan bebas. Dengan aktivitas olahraga ini, dapat meningkatkan prestasi dengan sportivitas yang tinggi tentunya.
Semua pilihan memang sudah tersedia adanya, namun kita harus memilih mana yang terbaik untuk kita nantinya, jangan sampai pilihan kita akhirnya menjadikan kita insan yang terjerumus. Pemilihan teman pun akan mempengaruhi proses pergaulan. Jika kita terbiasa dengan teman yang rajin dan baik maka kita juga akan terkena virus rajin dan baiknya. Sebaliknya jika kita berteman dengan yang kurang baik, maka bisa jadi kita akan terjerat dalam pergaulan yang salah. Walaupun sebenarnya pergaulan itu dikembalikan ke diri masing-masing. Jika bisa menjaga diri sendiri dan menahan hawa nafsu, maka tidak akan sampai kita terjerumus.
            Orang yang dekat dengan pedagang minyak wangi akan terkena wanginya, jadi semua tergantung dalam pemilihan kawan. Pilihlah pilihan yang aman bagi diri sendiri dan orang lain. Satu hal lagi ODHA bukan untuk dikucilkan atau dicemooh, namun harus diberikan kasih sayang dan merangkulnya dengan pelukan yang hangat. Semoga kasus HIV/AIDS terus berkurang setiap periodenya dan berharap tidak ada kasus seperti ini lagi. 


" ORANG DENGAN HIV/AIDS BERHAK SEMBUH TANPA TERKECUALI, TUGAS KITA ADALAH MERANGKUL DAN JANGAN PERNAH MENGUCILKANNYA "




Sabtu, 06 Oktober 2012

Harapan Terakhir

"Tak butuh suatu hal yang rumit untuk membuatmu bahagia. Tak perlu hal istimewa agar kamu bisa tersenyum. Cukup dengan kesederhanaanlah kamu bisa menjadikan dirimu bahagia. Anggaplah semua hal yang kamu alami itu mudah, aturlah pikiranmu untuk membuat masalahmu menjadi bahagiamu."

Tak terasa sudah seminggu yang lalu aku mengikuti ajang MTQ (Musabaqoh Tilawatil Qur'an) Mahasiswa yang diadakan Universitas Padjadjaran. Ajang ini begitu bergengsinya hanya diadakan 2 tahun sekali. Merujuk pada sambutan Wakil Rektor III saat pembukaan MTQ di Gedung Graha Sanusi, MTQ Mahasiswa ini bertujuan untuk membentuk karakter mahasiswa yang notabene menjadi aset negara, supaya menjadi pemuda yang memiliki jiwa religi yang tinggi. Selain itu, ajang ini dapat menyambungkan tali silaturahim antar civitas akademika yang mungkin tadinya hanya berkutat di fakultasnya masing-masing, kini dapat berbaur satu sama lain. Oleh karena itu, selain kemenangan yang ingin dicapai, sebagai peserta harus meluruskan niat kembali bahwa ajang ini semata-mata hanya untuk mencari ridho Allah SWT.

Sebenarnya, badan ini terasa lelah mengikuti semua ini. Maklum setelah sebelumnya disibukkan dengan rutinitas kuliah, seharusnya ada jeda waktu untuk mengistirahatkan tubuh terlebih dahulu agar badan menjadi bugar kembali. Namun, demi meluruskan kembali niatku, aku harus mengikuti ajang ini untuk mengharumkan nama fakultasku. Aku sendiri diamanahi untuk menempuh jenjang pendidikan di fakultas farmasi yang sangat disibukkan dengan jadwal kuliah dan praktikumnya yang super duper. Namun, semua itu tidak menjadi penghalangku untuk mengikuti ajang bergengsi ini. Mungkin, banyak yang menyangka seorang mahasiswa farmasi mana mungkin bisa memenangkan MTQ Mahasiswa ini, mereka menyangka bahwa kami hanya bisa berkutat dengan angka, hitungan, reaksi-reaksi kimia, analisa data yang hanya bisa mengandalkan otak kiri kami yang lebih suka akan hal yang terstruktur dan rumit. Namun, semua itu justru menjadi penyokong untuk aku dan kafilah dari farmasi untuk menunjukkan bahwa kami juga bisa bersaing.


Sabtu, 28 Juli 2012

...Wanita Pilihanku...

Tersadar ku dalam keheningan malam, dalam dekapan semilir angin yang menyelimuti diri. Ku serahkan hidup ini dalam naungan kasih-sayang-Mu yang begitu besar untukku, kapanpun dan dimanapun aku berada. Ku dengarkan nyanyian alam tentang kehidupan, begitu sayup ku dengar, begitu renta dalam kesendirian. Lelah yang ku rasa, tak akan sebanding dengan kebahagiaan yang akan ku dapatkan kelak dengan lebih indah.

Selama ini, aku merasa salah dalam menerka, salah dalam persepsi. Dulu, ku merasa dengan menjalani hubungan ini, kita akan bahagia. Namun, semuanya salah, hal ini adalah pintu gerbang kekecewaan menuju kemaksiatan yang terasa begitu menusuk kalbu secara perlahan dengan dampak yang perih luar biasa. Kini, ku mengerti cinta tak harus memilki, cinta tak harus menjalin hubungan yang belum ada ikatan, karena belum tentu semua ini akan menjamin hidup kita bahagia selamanya.

Maaf Tuk Berpisah

Album : Optimis Sajalah
Munsyid : Tashiru

Kau tahu tentang hatiku
Yang tak pernah bisa melupakanmu
Kau tahu tentang diriku
Yang selalu mengenangmu selamanya

*Kini Kusadari bahwa semua itu
Adalah salah dan juga keliru
Akan membuat hati menjadi ternodai

Reff :
Maafkan lah sgala khilaf yang tlah kita lewati
T’lah membawamu ke dalam jalan yang melupakan Tuhan
Kita memang harus berpisah tuk menjaga diri
Untuk kembali arungi hidup dalam ridlo Ilahi

Kutahu bahwa dirimu
Mendambakan kasih suci yang sejati
Kuyakin bahwa dirimu
Merindukan kasih sayang yang hakiki

Kembali ke *, Reff

Dan bila takdirnya kita bersama
Pastilah Allah kan menyatukan kita

Kembali ke Reff

Sabtu, 23 Juni 2012

Cinta Terakhir (Marcy and Moonda Forever)

Ku telaah dengan penuh pasti dan teliti rona hidupku, ku telusuri dengan pasti panuh dengan keingintahuan, ke telusuri kembali jejak langkahku, entah apa yang terjadi, kini aku bingung, aku tak tentu arah, jalan terbentang luas lepas penuh kejutan, namun kali ini ku temukan jalan buntu.

Sebuah perasaan menelusuk diri ini, jiwa ini semakin rapuh, lemah tanpa daya yang pasti, rasa ini membuatku pengap, dada ini terasa sangat menyesakkan penuh dengan renungan indah. Tanpa sadar ku temukan sesosok yang tersenyum padaku, dalam kekelaman malam dia begitu bersinar, dalam indahnya hari, dia begitu memancarkan pesonanya. Sosok itu begitu dekat, begitu terlihat dalam renunganku.

Akankah ini rasa yang terkhir, memang rasa ini begitu yakin, memang diri ini begitu yakin kedatangan sosok sepertimu, namun aku tak tahu entah dimana dan kapan datangnya. Perlahan ku ayunkan langkah kaki, menelusup keheningan malam, mengejawantah dalam dunia yang begitu fana. Sebuah asa datang, demi tercapainya keindahan cinta yang terakhir, sosok yang terakhir mengisi relung-relung hatiku.

Kamis, 21 Juni 2012

Bingung, Masih Saja Tak Percaya...

Bingung menelusup kalbuku, ketika ingin ku buktikan rasa ini padamu
Kamu tidak pernah tau betapa aku memang menyayangimu, aku tidak bisa mengelak lagi
Akupun sudah berjanji menutup pintu hatiku, kecuali pada kamu
Memang dulu cuma hanya sebatas kenangan, kini aku ingin mengubahnya bersamamu

Aku sudah tidak memiliki rasa lagi dengannya, mungkin sudah terkubur dalam jurang kehampaan
Karena aku kini menemukan penggantinya yang benar-benar berbeda
Kau penuh perhatian, kau yang selama ini sosok yang aku angankan

Harus bagaimana lagi? harus apalagi yang aku lakukan agar membuatmu percaya?
Kalaupun aku harus menangis di depanmu, akan coba ku lakukan
Namun, air mata ini sudah terbendung sulit sekali untuk keluar
Aku tak bisa terus-terusan merasakan hal yang hampa

Kasih, tolonglah beri harapan padaku, karena aku sudah memberikan harapan padamu
Kini yang aku ingin hanyalah kamu
Kini kaulah yang ada di relung hati
Kini tiada seseorang pun yang ada di

Sebuah jawaban untukmu bahwa aku cinta kamu
Seseorang berkaca mata R>A

Selasa, 19 Juni 2012

Pharmacy in Art

Farmasi Unpad (Kemafar)
Dunia Farmasi ga selalu berhubungan dengan praktikum, laporan akhir, reaksi kimia, tapi mereka juga multitalenta lho, mau bukti???
CHECK IT OUT!!!

( NB: Video ini mengandung dosis tinggi dan kadar hiburannya juga melewati Limit of Detecty)





Senin, 18 Juni 2012

Pharmaddiction 2012


Buah Karya Anak-anak Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran





Minggu, 03 Juni 2012

Rumor Butiran Debu

namaku cinta ketika kita bersama
berbagi rasa untuk selamanya
namaku cinta ketika kita bersama
berbagi rasa sepanjang usia
hingga tiba saatnya aku pun melihat
cintaku yang khianat, cintaku berkhianat

aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi
aku tenggelam dalam lautan luka dalam
aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang
aku tanpamu butiran debu

namaku cinta ketika kita bersama
berbagi rasa untuk selamanya
namaku cinta ketika kita bersama
berbagi rasa sepanjang usia

hingga tiba saatnya aku pun melihat
cintaku yang khianat, cintaku berkhianat
ooh...

menepi menepilah menjauh
semua yang terjadi di antara kita
ooh...

aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi
aku tenggelam dalam lautan luka dalam
aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang
aku tanpamu butiran debu
(aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagiaku tenggelam dalam lautan) dalam luka dalam
aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang
aku tanpamu butiran debu, aku tanpamu butiran debu
aku tanpamu butiran debu, aku tanpamu butiran debu

Ressa Herlambang Menyesal

Semula Ku Tak Yakin
Kau Lakukan Ini Padaku
Meski Dihati Merasa
Kau Berubah Saat Kau Mengenal Dia
Reff:*
Bila Cinta Tak Lagi Untukku
Bila Hati Tak Lagi Padaku
Mengapa Harus Dia Yang Merebut Dirimu
**
Bila Aku Tak Baik Untukmu
Dan Bila Dia Bahagia Dirimu
Aku Kan Pergi Meski Hati Tak Akan Rela
Terkadang Ku Menyesal
Mengapa Ku Kenalkan Dia Padamu
Back To Reff:* Dan **
Back To Reff:* Dan **
Terkadang Ku Menyesal
Mengapa Ku Kenalkan Dia Padamu

Senin, 21 Mei 2012

...Memulai Hidup yang Baru Bersama Sosok yang Menentramkanku...

Dulu ku memang pernah mempunyai sosok yang selalu menyelimuti kedinginan dan kegetiran hati ini...
Yah, dulu ku merasa hidup ini indah bersama dirinya, kita lalui hidup ini dengan kebersamaan, dengan senyum yang merekah
Aku tak bisa mengungkiri, ku temukan cinta pertama dalam kehampaan diriku
Aku juga tak percaya dengan diriku sendiri mengenai perubahan diri ini yang begitu drastis
Aku memang rindu sosokmu yang dulu, aku seutuhnya belum siap dengan keadaan, dengan perubahan dirimu, aku rindu kamu yang dulu...

Namun, lain halnya dengan kini...
Kini kerinduan itu telah sirna, kini lenyap ditelan zaman
Aku kira, ku tak pernah bisa merasakan cinta lagi, karena hatiku sekarang sudah hilang, rapuh...
Namun, semua perspektif itu salah ternyata, kini ku temukan penggantinya
Kini ku temukan sosok yang bisa menentramkanku, sosok yang luar biasa dipikiranku
Terimakasih kau telah memperbaiki kerapuhan hati ini, dikala aku sangat terpuruk dalam keheningan malam yang selalu kelam...
Namun, kini malam tak selalu kelam, kini ada secercah cahaya yang meyakinkanku, bahwa kaulah sosok yang terakhir yang 'kan menjadi pelabuhan hidupku...

Berbicara soal besok, erat kaitannya dengan masa depan, masa dimana semua angan dan asa yang diharapkan dapat tercapai...
Kau punya masa lalu, begitu pula diriku, aku hanya ingin menatap masa depan dan hanya menjadikan masa lalu sebagai evaluasi bukan sebagai ratapan yang berkepanjangan...
Sebenarnya aku ga mau bercerita tentang dia padamu, karena kini aku tak berhak sedikitpun dalam hal itu...
Aku juga cemburu saat kau bercerita tentang teman dekat kamu, ya sudahlah itu wajar bagiku...
Aku ga mau manyebut-nyebut namanya saat kita bicara, namun sering ku lakukan kesalahan yang sama...
Maafkan diri ini yang terlalu kerdil, terlalu egois, terlalu 'cengeng' dalam dalam menjalani hidup ini...

Sudahlah, yang lalu biarkan berlalu, kini hanya ada kita berdua...
Kita susun langkah baru, kita jalani semua ini dengan penuh keyakinan bahwa kita 'kan selalu bersama sampai hanya waktu yang memisahkan kita
Dan pada akhirnya kita 'kan kembali bersama di surga-Nya nanti, Aaamiin...
Maaf yah udah bikin kamu nangis MercyQ...

"Terima kasih C.I.N.T.A untuk segalanya, kau berikan lagi kesempatan itu, takkan terulang lagi semua kesalahanku yang telah menyakitimu..."



Teruntuk MercyQ, RahAgu di langit hatiku...


(",)
Dru Tama Purnama (FM_SPC)

Karena Aku T'lah Denganmu

Aku tak suka selalu saja
Kau sebut-sebut namanya saat kita bicara
Aku tak ingin, tak ingin mendengarnya
Kau bawa-bawa namanya saat berdua denganku
Maafkan aku membuatmu tak suka
Karena aku tlah denganmu
Bukan maksudku membuatmu berfikir
Apakah aku pelarianmu saja
Tak akan lagi, takkan terulang lagi ooh
Membawa-bawa namanya saat berdua denganmu
Maafkan aku membuatmu tak suka
Karena aku tlah denganmu
Bukan maksudku membuatmu berfikir
Apakah aku pelarianmu saja
Maafkan aku bila kau tak suka
Maafkan aku membuatmu tak suka, aku tlah denganmu
Bukan maksudku bukan maksudku membuatmu berfikir
Apakah aku pelarianmu saja

Minggu, 06 Mei 2012

Keimanan-Haris Shaffix Lyrics

Andai matahari di tangan kananku
takkan mampu mengubah yakinku
terpatri dan takkan terbeli dalam lubuk hati

Bilakah rembulan di tangan kiriku
takkan sanggup mengganti imanku
jiwa dan raga ini apapun adanya

Andaikan seribu siksaan
terus melambai-lambaikan derita yang mendalam
seujung rambut pun, aku takkan bimbang
jalan ini yang kutempuh

Bilakah ajal kan menjelang
jemput rindu-rindu syahid yang penuh kenikmatan
cintaku hanyalah untuk-Mu
tetapkan muslimku selalu

Tipe X - Selamat Jalan

Intro : Am C Am C 2x

Am
Terlalu lama engkau tergenang
C
Hancurkan diri kian jauh tenggelam
Am
Lelah mencoba tuk lepaskan beban
C G F Am
Kau beli mimpi semu tak berarti sendiri
G F E
Tak mampu kau beranjak pergi

Interlude : Am C Am C

Am
Jalan yang panjang nanar kau tatap
C
Tak lagi peduli semua yang terjadi
Am
Semakin dalam larut anganmu melayang
C
mimpimu hadirkan sebuah penantian
G F Am
Alunan hampa ajak kau bernyanyi
G F G
Akhirnya kau pun pergi tak kembali

Reff I :
C G Dm
Banyak sudah kisah yang tertinggal
Am C
Kau buat jadi satu kenangan
G F G
Seorang sahabat pergi tanpa tangis arungi mimpi
C G Dm
Selamat kawan cepatlah berlabuh
Am C
Mimpimu kini telah kau dapati
G F G
Tak ada lagi seorangpun yang menganggu kau bernyanyi

Interlude : Em C Em C 2x
G F Am G F E
Am C

Am
Diam haruku hanya sanggup mengingat
C
Jelas bayangmu yang masih melekat
Am
Dalam kecewa ku hanya mampu katakan
C
Tetaplah tersenyum karena itu jalan
G F Em
Yang telah engkau pilih
G F G
Terbanglah oh terbanglah bersama pelangi

Balik ke Reff I

Reff II :
C G Dm
Semoga dalam damaimu kau mengerti
Am C
Arti gelapnya jalan yang kau daki
G
Hingga indahnya bias mentari
F G
Tak lagi kau nikmati
C G Dm
Selamat kawan cepatlah berlabuh
Am C
Mimpimu kini telah kau dapati
G F G
Tak ada lagi seorangpun yang menganggu kau bernyanyi

Coda : Am C Am C

Sabtu, 05 Mei 2012

Lirik lagu New Eta Dalam Pekatnya

Sepertinya aku menyadari Saat kau pergi tinggalkan aku
Artimu kini kuresapi Ketika sunyi mendekap hati
Ingin pelukan malam ini Dalam pekatnya aku menangis
Sejenak langkah kuterhenti Dimana kini aku berdiri
Persetan pagi ini
Aku tak ingin bangun lagi
Biar lepas aku kembali
Bermimpi…
Saatnya kini kumengerti Langkahku ingin aku menepi
Semua harus kuakhiri Penantianku sampai disini
Persetan pagi ini aku tak ingin bangun lagi
Biar lepas aku kembali bermimpi
Persetan hari ini aku lelah untuk berlari
Coba untuk hindari hati disini
Aku mungkin jatuh hati
Tapi pasti patah lagi
Adilkah ini…
Persetan pagi ini aku tak ingin bangun lagi
Cukup sudah aku menanti disini
Persetan hari ini aku lelah untuk berlari
Coba untuk hindari hati disini
Persetan pagi ini aku tak ingin bangun lagi
Biar lepas aku kembali bermimpi
Persetan hari ini aku lelah untuk berlari
Coba untuk hindari hati disini
Aku mungkin jatuh hati
Tapi pasti patah lagi
Adilkah ini…
Aku ingin jatuh hati
Tapi pasti patah lagi
Adilkah ini…
Persetan hari ini
Aku lelah berlari
Jangan bangunkan aku lagi
Disini…

Senin, 23 April 2012

Chord Base Jam Bukan Pujangga

[Intro] E G#m A B

E
Aku mungkin bukan pujangga
G#m
Aku mungkin tak s`lalu ada
A B
Ini diriku apa adanya

E G#m
Mungkin aku bukan pujangga
A B
Yang pandai merangkai kata
E G#m
Ku tak s`lalu kirimkan bunga
A B
Tuk ungkapkan hatiku

[Int] E G#m A B

E G#m
Mungkin aku takkan pernah
A B
Memberi intan permata
E G#m
Mungkin aku tak selalu
A B
Ada di dekatmu

C#m A C#m B
Ku ingin kau tahu isi di hatiku
E G#m
Ku tak akan lelah jaga hati ini
A B
Hingga dunia tak bermentari

[Reff]
E G#m
Satu yang kupinta yakini dirimu
A B
Hati ini milikmu
C#m
Semua yang kulakukan
G#m
Untukmu lebih dari sebuah
A B
Kata cinta untukmu
E
Diriku...

Int: E G#m A B
C#m G#m A B

E
Aku mungkin bukan pujangga
G#m
Aku mungkin tak s`lalu ada
A B
Ini diriku apa adanya

to: [Reff]

[Coda] E G#m A B

RahAgu






How deep is Ur love my Mercy...
MBT_SPC (",)

...SATU hati, SATU jiwa, SATU UNPAD...

Laporan Sabtu, 21 April 2012, di GOR Pakuan, Padjadjaran University 14:03 PM

Tak biasanya diterik panas matahari yang menyengat kulit ari, GOR Pakuan UNPAD penuh dengan aktivitas mahasiswa dengan segala hiruk-pikuknya. Hari ini memang bukan hari biasa, dikabarkan langsung dari lapangan telah terjadi penumpukkan massa, bahkan hampir seantero isi GOR Pakuan penuh sesak dengan semilir bisikan riuh suara yang saling sahut-menyahut.Terang saja saja di perujung pekan, seharusnya mahasiswa menikmati liburannya setelah rutinitas kuliah dengan seabreg aktivitas yang menguras tenaga, pikiran, dan hati, namun bagi segelintir mahasiswa hari ini adalah momen yang harus diabadikan. Mereka rela meluangkan waktunya demi menghadiri pembukaan kegiatan tahunan dengan dengan jumlah kepanitiaan terbanyak di seantero UNPAD. Hal ini adalah hasil ejawantahan dari proker-proker BEM KEMA UNPAD khususnya kementerian PSDMO. Sebanyak 653 panitia dari mahasiswa 16 fakultas di UNPAD yang telah mengikuti berbagai seleksi dari tahap administrasi (formulir) dan tahap wawancara. Antusiasme mahasiswa sangatlah besar, sehingga menambah semangat untuk memajukan generasi UNPAD yang lebih baik lagi dan mencetak kader-kader yang profesional dalam bidangnya serta cinta tanah air dan almamaternya.

Saya selaku salah satu satu panitia yang lolos seleksi mengikuti ceremonial pembukaan PRABU 2012 yang diiringi semangat mahasiswa yang antusias dalam menyambut adik-adik baru pada kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) yang lebih dikenal dengan istilah OSPEK atau MABIM (Masa Bimbingan). Satu demi satu mahasiswa berdatangan dari berbagai pelosok Bandung dan Jatinangor yang telah mengagendakan mengikuti kegiatan ini jauh-jauh hari. Sehari sebelum acara kami diberitahukan agar membawa alas duduk (koran) dan payung untuk antisipasi turun hujan. Selain itu kami juga diberitahukan susunan acaranya yang akan berlangsung selama kurang lebih dua jam, berikut beberapa agendanya:
- Perkenalan panitia SC (sharing Comitte) dan OC (sebagai panitia pelaksana)
- Pembacaan Surat Keputusan (SK) Presiden BEM KEMA UNPAD tentang pengangkatan dan pelantikan panitia PRABU 2012 yang berjumlah 653 (Enam Ratus Lima Puluh Tiga
- Foto bersama panitia
- Kumpul tiap-tiap divisi
Saat penjelasan SC dan OC, kami memperoleh gambaran bahwa terdapat perbedaan antara SC dan OC. Pada panitia SC diisi oleh mahasiswa yang pernah menjadi panitia PRABU tahun sebelum-sebelumnya yang berperan sebagai pembina memberikan sharing-sharing tentang keadaan PRABU tahun-tahun yang lalu. Sedangkan untuk panitia OC, berperan sebagai panitia pelaksana di lapangan yang turun terjun langsung. Ketika ada hambatan dalam perjalanan menuju PRABU 2012, panitia OC bisa sharing dengan panitia SC yang lebih pengalaman dan berbagi suka-dukanya. Acara kedua adalah pembacaan SK oleh Presiden BEM KEMA UNPAD, namun karena beliau berhalangan hadir (sedang berada di Jakarta), proses pembacaan SK dilakukan oleh Wakil Presiden BEM KEMA UNPAD (Kang Lukmawan). Pembacaan ini diiringi dengan saling berjabatan tangannya semua panitia menandakan kekeluargaan dari semua mahasiswa, karena saat ini kami tidak sedang membawa nama fakultas, namun membawa nama baik UNIVERSITAS PADJADJARAN secara keseluruhan karena kita SATU hati, SATU jiwa, SATU UNPAD demikianlah jargon PRABU 2012 yang menjadi penyemangat gairah kami untuk memajukan UNPAD ke arah yang lebih baik lagi. Pada agenda yang ketiga yaitu foto-foto tidak jadi dilaksanakan karena keterbatasan logistik, sehingga dilanjutkan ke acara terakhir yaitu kumpul dan sharing tiap divisi. Kebetulan pada PRABU 2012, saya menjadi salah satu divisi Pendamping Kelompok (PK) yang memiliki Jobs Description memastikan kondisi Mahasiswa Baru (MABA) dari segi kesehatan maupun absensi (kehadiran). Pada divisi rencananya semua MABA akan dibagi ke dalam 16 kelompok besar dan saya mendapat amanah dikelompok dua dengan delapan anggota PK lainnya yang kebanyakan angkatan 2011 sedangkan saya dan dua rekan saya sebagai angkatan 2010 terselip dalam "penyamun 2011", namun hal ini tidak menjadi penghalang kekeluargaan kami. Ada kejadian yang lucu yang dialami saya secara pribadi prihal postur tubuh saya yang relatif kecil dan imut, sehingga saya dinggap sebagai angkatan 2011 padahal saya terpaut lebih tua dengan mereka. Mungkin ini adalah anugerah memiliki wajah imut yang awet muda (narcissus). Pada acara ditiap divisi, hanya dilakukan perkenalan dan agenda-agenda yang akan dihadiri selanjutnya antara lain: latihan fisik, latihan kejiwaan (tes psikologi), dan latihan retorika yang bisa membuat pikiran kami menjadi lebih kritis dalam semua keadaan.

Setelah acara disetiap divisi, kami diperkenankan untuk kembali pulang dan melanjutkan aktivitas masing-masing. Saya sendiri tidak langsung pulang ke kostan, namun langsung menuju Rumah Makan karena perut saya sudah terlampau lapar. Ada kejadian yang tidak saya inginkan, ternyata saat saya makan, ada banci yang datang sambil nyanyi-nyanyi. Ironisnya saya digodain sama banci itu. Untung tidak colak-colek, kalau terjadi apa yang akan terjadi pada dunia ini dan APA KATA DUNUIA??? Hari ini adalah pengalaman yang menarik penuh dengan kejutan dan kejadian aneh, semoga komitmen saya dalam menjalankan amanah ini dapat terjaga sampai akhir kepengurusan panitia PRABU 2012...

SATU hati, SATU jiwa, SATU UNPAD, yeeeeeeeeh...

ttd red.

MBT_SPC (",) 22/04/2012 (13:21 PM)

Kamis, 19 April 2012

Kamis, 22/03/2012 12:28 WIB Laporan dari Singapura Cukup 1 Puntung Rokok, Racunnya Bisa Membunuh Ikan Kecil

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth


img
(Foto: thinkstock)
Singapura, Rokok filter sering dianggap lebih aman daripada kretek, karena ada penyaring racun di bagian puntungnya. Menurut seorang ahli kesehatan, mitos itu tidak benar dan bahkan limbah puntung rokok menyimpan bahaya lain bagi lingkungan karena racun di tiap puntung rokok cukup untuk membunuh ikan kecil.

Ahli kesehatan lingkungan dari University State of San Diego, Prof Thomas E Novotny, MD, MPH menegaskan bahwa filter atau puntung rokok bukanlah peranti kesehatan yang bisa membuat rokok menjadi lebih aman.

Berbagai penelitian membuktikan, perbedaan kadar racun yang dihisap perokok filter maupun perokok kretek tidak terlalu signifikan.

Justru karena ada sebagian racun yang terperangkap dalam filter, akumulasi racun itu bisa mencemari lingkungan dan masuk ke dalam rantai makanan.

Apalagi dalam penelitian yang pernah dilakukan Prof Novotny, puntung rokok merupakan salah satu jenis limbah yang paling mudah ditemukan di tempat-tempat umum di hampir seluruh dunia.

"Dilihat dari jumlahnya, puntung rokok menyumbang 32 persen sampah di pantai, sungai maupun perairan," kata Prof Novotny dalam salah satu diskusi panel di ajang 15th World Conference on Tobacco or Health, di Suntec Convention Center Singapura, Kamis (22/3/2012).

Menurut Prof Novotny, kandungan racun yang ada di setiap puntung rokok sangat mencemari perairan.

Penelitian yang ia lakukan terhadap 2 spesies ikan dari perairan air tawar maupun laut menunjukkan bahwa racun di tiap puntung yang terlarut dalam tiap 1 liter air kadarnya cukup untuk membunuh 1 ekor ikan kecil.

Terdengar agak mengejutkan, Prof Novotny dengan tegas juga mengusulkan agar filter rokok dilarang karena membuat para perokok merasa aman dan tidak berusaha untuk menghentikan kebiasaan buruknya.

Padahal di masyarakat, anggapan yang berkembang adalah rokok filter jauh lebih aman karena racunnya banyak tersaring sehingga tidak mengotori paru-paru.

Selain kadar racun yang disaring tidak signifikan dan tetap bisa meracuni tubuh, Prof Novotny lebih menekankan bahaya puntung rokok bagi lingkungan.

Puntung rokok yang sepintas mirip katun ini sebenarnya dibuat dari selulosa, yang tidak biodgeradable alias susah diurai secara alami meski dalam kondisi ideal seperti sinar matahari yang cukup di alam terbuka.

(up/ir)

Referensi: http://health.detik.com/read/2012/03/22/122803/1874312/763/cukup-1-puntung-rokok-racunnya-bisa-membunuh-ikan-kecil

Jumat, 13 April 2012

Peterpan ~ Jauh Mimpiku

Pernah ku simpan jauh rasa ini
Berdua jalani cerita
Kau ciptakan mimpiku
Jujur ku hanya sesalkan diriku
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Kau tinggalkan mimpiku
Dan itu hanya sesalkan diriku

Ku harus lepaskanmu
Melupakan senyummu
Semua tentangmu, tentangku, hanya harap
Jauh, ku jauh, mimpiku dng inginku

Ku harus lepaskanmu
Melupakan senyummu
Semua tentangmu, tentangku, hanya harap
Semua tentangmu, tentangku, hanya harap
Jauh, ku jauh, mimpiku dng inginku

Semua tentangmu, tentangku, hanya harap
Jauh, ku jauh, mimpiku dng inginku

Jauh mimpiku dengan inginku

Source: http://liriklaguindonesia.net/peter-pan-jauh-mimpiku.htm#ixzz1rsOMEcO1

Selasa, 10 April 2012

RahAgu Di Langit Hatiku

Hai kasing sayng, tetaplah kau teguh di dalam hatiku
Mengisi langit-langit hatiku yang kelam
Menuangkan seteguk kasih sayang, bahkan lebih
Menuaikan cinta yang indah bersemi kembali

Tahukah kamu, diriku berubah karenamu...
Kini hidupku terasa indah
Setelah sekian lama aku terpuruk
Dalam kehampaan hidup

Tetaplah kau mengisi relung hatiku
Janganlah kau ragu 'tuk memulainya
Tunjukkan bahwa kau bisa melakukannya
Demi... pengisi langit hatiku

Aku 'kan berusaha menjaga tekadmu
Aku tak akan memaksakan kehendakmu
Toh kalau sudah terjadi, maka semuanya akan indah
Indah pada akhirnya

Be lovely ur life!
RahAgu
titik koma kutip tutup kurung

Minggu, 01 April 2012

T4

Album : Optimis Sajalah
Munsyid : Tashiru
http://liriknasyid.com


Ayunkan langkah kaki
Jangan pernah kau ragu
Hadapi hari dengan penuh keyakinan

Karena masa depan penuh dengan rintangan
Halangan dan cobaan yang selalu menghadang

Tapi itu semua hanyalah ujian yang harus kita arungi
Untuk mendapatkan kemuliaan di hadapan Tuhan
Dengan tak lupa sebut nama-Nya

Reff:
Bertasbihlah lalu bertahmidlah
Lalu bertahlillah lalu bertakbir
Memahabesarkan asma-Nya

Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar

Rabu, 28 Maret 2012

DOA KALBU (Munsyid : Fika-Mupla)

dimalam penuh bintang
di atas sajadah yang kubentang
sedu sedan sendiri
mengaduh pada Yang Maha Kuasa
betapa naif diriku ini hidup tanpa ingat pada-Mu
urat nadi pun tahu aku hampa..

di malam penuh bintang
di bawah sinar bulan purnama
kupasrahkan semua
keluh kesah yang aku rasa
sesak dadaku
menangis pilu
saat ku urai dosa-dosaku..
dihadapan-MU ku tiada artinya............

doa kalbu tak bisa aku bendung
deras bak hujan di gunung sahara
hatiku yang gersang........
terasa oleh tenteram...

hanya Engkau yang tahu siapa aku
tetapkanlah seperti malam ini
sucikan diriku selama-lamanya.......

DOA KALBUKU......

Selasa, 27 Maret 2012

Nikmatin Aje, Ambil Hikmahnye...

Bismillah...

Malam ini tak seperti malam kemaren
Hujan turun lebat mengundang rasa kantuk yang begitu dalam
Seperti biasa, malam ini aku masih saja terjaga dalam tidurku
Bukan karena ga mau tdur, bahkan mata ini sudah ga bsa nahan kantuk lagi

Malam ini, malam luar biasa dimana semua tugas seabreg mulai muncul ke permukaan
Di mulai dengan lapak praktikum Fitokimia mengenai screening curubitae semen, kebetulan aku kebagian Teori Dasar dan itu selesai lebih awal pagi tadi
Di susul dengan lapak Farmakologi tt pengujian obat analgetika mengenai obat penghilang/pengurang rasa nyeri dibagi menjadi kelompok uji, standar, dan kontrol. Dalam lapak ini aku kebagian pembahasan yang banyak menguras pikiran, dan akhirnya selesai juga

Sorenya aku rapat Divisi MTQ PHARMA Unpad membahas proker Les Tahsin, dan aku kebagian sebagai Penanggung Jawab sekaligus Ketua, dalam hal ini aku harus menyelaikan prosposal kasar yang harus segera jadi, luar biasa proposal jadi hanya semalam dengan jurus kepepet maut

Akhirnya, aku dapat sms lagi disuruh ngirim anggaran dana untuk acara Leadership & Enterpreunership School (LES), kebetulan aku kebagian menjadi koordinator seksi konsumsi. Kali pertama aku memegang amanah ini harus menghitung uang namun ga ada sama sekali wujud nampak uangnya (sibuk ngitung uang orang lain)

Tadinya mau dilanjutin dengan menulis cerpen atau puisi atau apalah...
Dan ku putuskan untuk menulis kisah di-blog saja...

Huaaa...rasanya ga ada henti-hentinya tugas ini itu, namun aku harus menerimanya dengan lapang dada, belajar manajemen waktu, belajar ikhlas, hidup itu harus dinikmati dan dijalani kawan. Dan pada akhirnya semua kan berakhir dengan bahagia...

C U in my dream...zzzZZZZZ....

Rabu, 21 Maret 2012

Wanita Berkaca-mata

Perbincangan itu entah darimana awalnya, semuanya mengalir begitu saja laksana air yang mengalir
Kau begitu penuh misteri, tak mampu ku melihat pesan tersirat sekalipun darimu
Kau penuh dengan hijab yang begitu indah
Menjaga kerahasiaan innerbeauty dalam dirimu

Pesonamu begitu merasuk ke dalam kalbu
Bahkan, menatap wajahmu pun aku tidak berani
Belum pernah kita berbincang bersama secara langsung
Namun, dirimu begitu dekat dihatiku

Biarlah ku tak mampu melihat wajahmu seutuhnya
Biarlah perbincangan kita terhijab
Biarkan semua terjadi apa adanya
Karena tersirat kau telah aku pilih

Mungkin kamu tidak mengetahui
Mungkin kamu tidak peka
Namun, ku yakin kamu merasakan hal yang sama
Karena rasa ini tercipta dalam naungan kasih-Nya

Wahai...wanita berkaca-mata
Begitu lembut suaramu
Begitu baik akhlakmu
Dan aku menyukai semua itu

Cinta ini begitu tulus
Tanpa paksaan dari siapapun
Karena dalam diri ini
Ku telah menemukan pengganti, yang bisa mengisi relung hati ini

Karena bagiku...
Kini kaulah wanita terindah...
(",)

Minggu, 18 Maret 2012

Ku sadari disetiap lembaran hidupku, tak selamanya kelam itu pahit, tak selamanya terang itu manis, bahkan bisa saja kontras dengan keadaan
Meskipun kini ku tau kamu telah menemukan matahari terbit untuk menjaga kilaumu, namun aku disini sendiri tetap akan merasakan hal yang sama
Aku hanya seorang purnama yang kelam, penuh dengan ketidaksempurnaan, bahkan untuk menyinari saja, aku hanya memantulkan sinar tak sepenuhnya memancarkan

Banyak kenangan yang telah dilalui, aku sadar itu hanya masa lalu tidak mungkin bisa kembali, mungkin hanya dalam mimpi sajalah ku 'kan kembali
Apa yang aku banggakan? mengurus diri sendiri saja tidak becus apalagi mengurus orang lain
Sungguh ironi memang, di tengah keramaian aktivitas sehari-hariku, aku masih merasa sepi
Kini ku sadari kembali semuanya hanya angan semata

Kadang kala, aku butuh waktu sendiri, butuh waktu untuk evaluasi
Kadang kala keramaian tidak membuatku senang
Hanya sepi yang bisa membuatku damai
Mungkin untuk selama-lamanya, entahlah

Aku hanya ingin sendiri, sendiri, sendiri di tempat yang sejuk dan bisa ku tatap langit biru dalam bentangan padang rumput luas
Sejenak, aku tak ingin ada yang menemani, tak ada lagi yang mengganggu kesendirianku
Ego memang, namun itu hakku tak ada yang bisa menghalangiku
Toh aku hanya mencari ketenangan saja tanpa mengganggu siapapun

Enyahlah kesedihan, pergi jauh jangan pernah menghampiri
Seutuhnya aku udah bosan dengan kesedihan yang berlarut
Kini ku hanya butuh secercah cahaya kebahagiaan
Ku ingin kembali menpunyai teman kebahagiaan

Tak mungkin memang, itu hanya jalan pikiranku saja yang ketakutan
Namun, sebenarnya tak ada yang tak mungkin jika berusaha
Semua dimulai dari mimpi besar yang harus dicapai
Mimpi itu sebuah kebahagiaan tanpa ada kecaman

Rabu, 14 Maret 2012

Kepala Duaku... Awal kedewasaanku...

Dewasa kata yang sangat lazim memang bagi segelintir orang
Namun, proses pencapaiannya sangatlah butuh perjuangan
Materi, tenaga, pikiran, semua akan terkuras
Demi tercapai semua asa yang diangankan

Tak terasa, kini usiaku bertambah seiring berjalannya waktu
Usia tidak menjadi jaminan untuk sebuah kedewasaan
Lingkungan bisa membantu proses pencapaian itu
Semua perspektif itu terangkai dalam satu naungan kisah hidupku

Paradigma tentang sebuah perjuangan pun berkecamuk dalam rona
Semua berseliwir dalam kutipan kisah yang kadang senang, kadang sedih
Pada akhirnya muhasabah adalah jalan terbaik
Mencapai semua asa yang diharapkan

Kamis, 01 Maret 2012

Izinkan Aku "Pacaran"

Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Ba’da tahmid dan shalawat…

Syukurku kepada Rabb yang telah memintalkan benang-benang napasku dengan selaksa ruh tobat. Dengan itu, aku telah menemukan kembali pencerahan diri untuk segera memperbarui tobatku.


Ukhti, bersamaan dengan napas tobat yang tiada dapat kuserahkan kepada siapapun ini, rasanya aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu, bahwa aku telah menemukan Kekasih yang lebih baik darimu. Yang Tak Pernah Tidur dan Mengantuk. Ia siap terus menerus Menjagaku, Mengurusiku, dan Memperhatikanku. Ia selalu menemaniku berdua disepertiga malamku. Ia yang Bertahta, Berkuasa, dan Maha Mencintai yang tiada pernah terbalas cinta-Nya.


Maaf Ukhti, dan aku pun sadar setelah sekian lama merangkak bahwa dirimu bukanlah apa-apa dibanding Dia. Kau sangat lemah, kecil, kerdil, dan tidak ada apa-apa dihadapan-Nya. Ia bisa berbuat apa saja sekehendak-Nya kepadamu. Sementara kau tidaklah dapat berbuat apa-apa. Dan aku sangat menghawatirkan kalau Dia Cemburu atas hari-hari yang pernah kita tingkahi sebelumya. Jujur, aku sangat takut kalau hubungan kita slama ini membuat Dia murka kepada kita, khususnya kepadaku. Dan bila itu benar-benar terjadi, sungguh apalah arti aku hidup di dunia ini hanya karena hubungan yang kita bingkai dalam tali setan ini. Ukhti, Ia Mahakuat, Mahagagah, Mahaperkasa, dan Mahakeras siksa-Nya.


Ukhti, roncean napas kita untuk bertobat belumlah habis. Apa yang telah kita lakukan selama ini akan ditanya dihadapan-Nya. Ia bisa marah, Ukhti. Marah tentang saling pandang yang pernah kita lakukan, marah karena setitik sentuhan kulit kita yang “belum” halal itu, marah karena terpaksa bahwa seketika aku harus membonceng motormu, marah karena ketetapan-Nya kuadukan padamu atau karena lamunanku yang selalu membayangkan wajahmu. Ia bisa marah, Ukhti. Ah, dibalik tirai-tirai palsu itu, semuanya belumlah terlambat. Ya. Kalau kita putuskan hubungan kita sekarang. Ia Mau Memaafkan dan Mengampuni. Ia Maha Pengampun. Dia tidak pernah lari dari kita, selama kita masih terus mencari-Nya.


Ukhti, aku mohon jangan marah. Aku sudah bertekad untuk benar-benar menyerahkan dan memutuskan semua dendam cinta dan haru biru rinduku pada-Nya, tidak pada selain-Nya. Tetapi, tak hanya diriku, Ukhti. Kau pu bisa menjadi kekasih-Nya. Namun, salah satunya adalah dengan menjauhi semua hubungan kita selama ini. Juga terus menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Aku ingin bertobat, Ukhti. InsyaAllah. Dia sudah merencanakan masa depan yang indah untuk masing-masing kita. Kalau engkau selalu dan terus mendekati-Nya. Yakinlah, kau pasti akan dilambaikan kepada seorang perempuan shalihah. Ya, dia juga lebih baik daripada diriku saat ini yang penuh dengan lelumpur dosa. Dia akan membantumu, menjaga diri dan agamamu. Agar dirimu senantiasa terbingkai dalam paragraf kesucian menyambut pernikahan yang suci nanti. Inilah doaku untukmu, semoga kau pun mendoakan aku, Ukhti.


Ukhti, aku adalah masinis yang membawa rangkaian jiwaku. Aku telah memutuskan untuk memutar haluan hidupku yang salah arah ini. Tetapi, aku tetap menghormatimu sebagai saudara dijalan-Nya. Ya. Saudara dijalan Allah. Dan inilah sampul yang menyimpul segala kebaikan antara kita. Lebih dari itu, hingga seluruh Mukmin yang ada di dunia ini. Tak mustahil pula bila yang demikian akan mempertemukan kita dengan Rasulullah di telaganya, lalu beliau pun memberi minum kita dengan air yang lebih manis daripada air sirup dirumahmu dan rumahku


Astaghfirullah. Maaf Ukhti, tak baik rasanya aku berlama-lama dalam menulis surat ini. Aku takut akan merusak hati. Goresan pena terakhirku ini adalah doa keselamatan dunia Akhirat sekaligus tanda akhir dari hubungan ‘haram’ kita slama ini. Insya Allah.

Wassalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh


Dikutip dari buku: "Tuhan Izinkan Aku Pacaran" dengan sedikit perubahan

Selasa, 21 Februari 2012

Tangga - Utuh

Semakin ku ingkari, semakin ku mengerti
Hidup ini tak lengkap tanpamu
Aku mengaku bisa tapi hati tak bisa

Reff:
Sesungguhnya ku berpura-pura
Relakan kau pilih cinta yang kau mau
Sesungguhnya ku tak pernah rela
Karena ku yang bisa membuat hatimu utuh

Sakit yang ku rasa bukan karena dia
Tapi karena kau pilih cinta yang salah
Aku mengaku bisa tapi hati tak bisa

Repeat Reff

Ku akui sesungguhnya aku berpura-pura
relakan kau pilih cinta yang kau mau
Dan aku tak bisa

[Rap]
Tak bisa ku biarkan kau tersiksa
Disia-siakan cinta buta yang salah
Pulanglah kepadaku tempatmu di hatiku
Cintaku membuatmu utuh

Sesungguhnya ku tak pernah rela
Karena ku yang bisa, karena hanya aku yang bisa
Membuat hatimu utuh

Senin, 20 Februari 2012

Anji Berhenti Di Kamu

Tiap aku mendengar suara kamu
Rasanya mau bilang iya
Maafkan kamu, terima kamu kembali

Aku tahu kamu sangat menyesal
Akupun juga tak sempurna
Cerita kita tiada yang bisa gantikan

Namun ada satu yang terjadi
Hatiku cinta kamu
Tak bisa mau kembali lagi, ulang semua
Aku tak mau lukai kamu

Tubuhku butuh kamu
Tapi tak bisa rasa seperti dulu
Usai sudah aku

Kalau ku ingat-ingat lagi sayang
Hatiku berhenti di kamu
Cerita kita tiada yang bisa gantikan

Namun ada satu yang terjadi
Hatiku cinta kamu tak bisa mau kembali lagi, ulang semua
Aku tak mau lukai kamu

Tubuhku butuh kamu
Tapi tak bisa rasa seperti dulu
Usai sudah aku

Wayang - Tak Selamanya

Aku bukanlah peri

Yang kan turun dari langit

Yang bisa memberikan

Semua keinginanmu

Aku bukanlah bintang

Bersinar dimalam hari

Tapi ku punya cinta

Yang ku berikan


Reff :

Tak selamanya

Cinta harus saling memiliki

Tak semestinya sayang

Di jadikan perhiasan


Kau harus mengerti

Apa artinya cinta

Bukan satu alasan

Kau harus miliki aku

Ini bukanlah akhir

Dari cerita cintamu

Masih banyak tempat

Masih banyak ruang


Kembali ke: Reff

Purnama Empat Belas (14th Fullmoon)

“Purnama Empat Belas”
M. Badru Tamamudin
260110100081
Faculty of Pharmacy, Padjadjaran University (BIDIK MISI 2010)

Tak seperti malam-malam sebelumnya, malam itu aku masih saja terjaga dalam keheningan malam ditemani hembusan semilir angin yang seakan menyayat epidermis kulitku. Padahal siang tadi banyak sekali aktivitas yang aku lakukan dan seharusnya kini aku sudah asyik bercengkerama dengan bunga tidurku. Entah ada bisikan darimana yang membuatku keluar rumah sendirian, hanya kelam malam yang menjadi teman baikku dengan semua kebisuannya. Malam itu rupanya aku sedang beruntung, ku lihat langit malam begitu cerah bertaburan kerlip bintang ditambah sahutan jangkrik dan katak di sawah dekat rumahku menambah suasana tentram malam itu. Kini mataku berpaling pada suatu sudut yang membuat mataku terkagum-kagum, terlihat di ujung langit sana, secercah cahaya purnama yang tersipu malu dibalik awan, membuat diriku sedikit merasakan kehangatan malam ini. Saat itu pula aku tenggelam dalam angan-angan masa laluku.
Saat itu, di sekolahku tepatnya di Madrasah Aliyah Negeri Leuwiliang Kabupaten Bogor, sedang diadakan Training Motivasi untuk siswa yang akan menghadapi Ujian Nasional, aku termasuk salah satu peserta yang ikut meramaikan acara tersebut. Hal yang masih terngiang di kepalaku adalah pada sesi acara yang menyuguhkan pemutaran video tentang perjuangan seorang mahasiswa yang berani bermimpi untuk mendapatkan semua asanya, walaupun keadaan perekonomian keluarga dia sangatlah kurang, namun dia tetap berusaha sampai pada akhirnya bisa mencapai kesuksesan yang dia didambakan. Satu hal lagi yang sangat berkesan ketika sesi terakhir, saat itu sang motivator mengajak aku dan teman-temanku untuk bermuhasabah, mengevaluasi diri membayangkan kesalahan yang telah dilakukan dan berani bermimpi untuk mencapai cita-cita serta episode terakhir yang kita lalui diharapkan bisa berakhir dengan kesuksesan. Setelah acara berakhir, secara tidak sadar kami selaku peserta waktu itu, tidak bisa membendung air mata dan pada akhirnya bendungan itu pun jebol mengalirkan air mata tersedu-sedu laksana cucuran air terjun selaras dengan gravitasi. Tangisan itu bukan tangisan cengeng, melainkan tangisan introspeksi diri yang penuh khilaf dan dosa laksana buih ataupun pasir di pantai bahkan lebih dari sekedar itu, hanya rahmat-Nya-lah yang bisa mengembalikan kita pada fitrah manusia.
Semenjak mengikuti Training Motivasi, kehidupanku banyak mengalami perubahan. Kini aku sering mengurung diri, lebih sering diam dalam angan-angan. Dalam benakku kini hanya memikirkan bagaimana caranya untuk bisa kuliah tanpa membebankan orang tua. Kala itu, aku mendengar kabar bahwa sahabat seperjuanganku diterima di salah satu Perguruan Tinggi Negeri terkemuka di Indonesia, tepatnya di Bandung. Mendengar kabar itu, aku semakin giat mencari informasi beasiswa Perguruan Tunggi. Entah kenapa, aku ingin sekali kuliah di Bandung mengikuti jejak sahabatku. Mungkin karena ikatan bathin atau panggilan jiwa? ku tau ini semua adalah suratan takdir dari-Nya. Namun, pada faktanya aku ingin kuliah di Bandung karena Bandung merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Barat yang terkenal asri, memiliki pesona alam yang bisa menjernihkan pikiran dikala kusut. Aku berharap jika ku berada di sana bisa merasakan ketentraman hidup di setiap harinya. Tidak heran Bandung mendapat julukan ‘Kota kembang’.
Suara guntur tiba-tiba menyadarkan diriku dari lamunan, sontak aku kaget karena suara letupannya begitu dahsyat. Ini pertanda akan turun hujan yang sangat lebat. Meskipun bulan ini adalah musim penghujan, dikotaku tak pernah mengenal masa paceklik. Maklum curah hujan dikampung halamanku sangat tinggi, jadi meskipun musim kemarau, ada saja hujan yang turun meskipun hanya rintik-rintik. Pernah aku melihat berita di Televisi, kala itu diberbagai daerah sedang mengalami krisis air bersih karena kemarau yang berkepanjangan, namun di kampong halamanku Alhamdulillah masih lebih dari cukup. Inilah salah satu nikmat yang diberikan oleh Allah SWT kepadaku di daerah asalku, yaitu Kabupaten Bogor yang mempunyai julukan ‘Kota Hujan’. Aku patut mensyukuri nikmat yang diberikan oleh-Nya, karena dengan begitu, Insya Allah nikmat-Nya akan ditambah melimpah ruah. Namun, jika aku mengingkari, siap-siaplah mendapat adzab yang pedih. Naudzubillah.
Suara tangisan wanita setengah baya itu semakin menguasai keheningan malam yang sunyi senyap. Terdengar suara itu semakin menjadi-menjadi di samping kamar tidurku, irama suaranya pun tak karuan mengikuti alur kesedihan. Tak ku sangka semenjak ku ceritakan keinginanku untuk kuliah, apalagi di luar kota, Ibuku sering terlihat begitu sedih. Bukan sedih karena keinginanku yang besar, namun beliau memikirkan bagaimana cara membiayai kuliahku. Suara tangisan yang begitu sayup, menyebabkan diriku terjaga dalam keheningan malam yang terasa begitu dingin. Langkah demi langkah ku jaga agar tidak menimbulkan suara yang memecah sunyi, dengan langkah yang diperlambat terlihat begitu pelan gontai, ku lirik keadaan di kamar sebelahku. Terlihat sesosok wanita yang sedang mengenakan mukena putih dengan berenda motif bunga merah muda menghiasi kesenduan beliau. Matanya yang sayup menatap sajadah panjang yang terbentang menyelusuri kidung do’a dalam bermuhasabah diri. Tanpa disadari mataku menitihkan air mata mendengar sayupan do’a yang dipanjatkan beliau.
Kejadian semalam, menambah motivasi belajarku agar mendapat nilai terbaik saat Ujian Nasional dan bisa melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri dengan mendapatkan beasiswa sampai lulus. Aku singkirkan perspektif orang lain yang menganggapku mengada-ngada hanya bisa bermimpi. Aku hanya bisa bersikap tak acuh terhadap opini yang belum tentu benar adanya, karena hanya aku dan Allah-lah yang tahu duduk permasalahn hidupku. Meskipun ada yang membujukku, namun aku tetap bergeming dengan asa hidupku. Aku hanya yakin dengan tujuan yang meskipun tak kasat mata, aku pasti bisa meraihnya.
Meskipun aku disibukkan dengan bimbel sebagai persiapan menghadapi Ujian Nasional, aku sering menyisipkan waktu mengunjungi Warung Internet untuk mencari beasiswa Perguruan Tinggi. Setelah bergelut dengan ‘Mbah Google’ di dunia maya, akhirnya aku menemukan program beasiswa dari KEMENDIKNAS yang diberi nama BIDIK MISI. Setelah ku jelajahi lebih jauh, ternyata tahun 2010 merupakan tahun perdana diadakan beasiswa ini. Setelah menemukan informasi yang cocok, ku coba mencari daftar Perguruan Tinggi Negeri yang berdomisili di Bandung yang memiliki banyak pilihan.
Setelah ku telusuri, ku temukan situs resmi Universitas Padjadjaran (UNPAD), ternyata universitas ini menjadi salah satu Perguruan Tinggi penyelenggara BIDIK MISI dengan quota 500 orang. Berbeda dengan universitas lainnya, UNPAD memberikan 5 pilihan lebih banyak dibandingkan dengan universitas lainnya yang rata-rata hanya memberikan 2 pilihan saja. Informasi ini memberikan titik terang dalam hidupku dan memiliki probabilitas yang tinggi untuk diterima. Setelah mendapatkan informasi tersebut, bersegera aku mengirimkan segala syarat melalui Kantor Pos tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu dari Ibuku. Sengaja memang aku lakukan, agar Ibu tidak ikut-ikutan repot dan rencananya jika aku lulus akan menjadi kado kejutan teristimewa untuk beliau. Semoga saja rencanaku dapat tercapai. Aaamiin.
Setelah menunggu seminggu lamanya, hari yang aku nanti-nantikan tiba juga, masa pengumuman yang tak kunjung datang kini telah berada pada batas akhir penantian yang kian terasa begitu panjang dalam benakku. Bahkan, sehari laksana sebulan, sebulan laksana setahun, begitulah seterusnya. Ku masukkan entri kode pada pengumuman di salah satu situs, ku lihat tampilan yang menyatakan bahwa aku ‘lulus’ alias diterima menjadi mahasiswa Farmasi Universitas Padjadjaran. Terucap dalam kata tersirat dalam makna, rasa bahagia yang begitu indah kini menstimulasi seluruh organ tubuhku untuk menerima energy positif. Inilah salah satu episode kehidupanku yang terasa indah dan begitu bermakna. Bagaimana tidak, seorang yang tidak punya apa-apa kecuali mimpi, bisa menyicipi kuliah di Universitas terkemuka di Indonesia.
Kini malam tak selamanya suram, masih ada cahaya temaram yang bisa menjadi sumber kehidupan. Masih ada purnama dikegelapan malam, masih ada jalan disetiap keinginan. Harapanku semoga aku bisa menjadi purnama pada malam keempat belas yang terlihat begitu indah menampakkan cahaya kehidupan di tengah kesuraman. Salah satu angan terbesarku yang telah ku abadikan dalam goresan secarik kertas diariku adalah semoga aku bisa menjadi Farmasis yang handal yang bisa melayani hajat hidup khalayak. Alangkah indahnya setelah aku lulus S1 aku bisa melanjutkan studi ke Jerman, karena itu adalah mimpi terbesarku. Tak mudah memang menjalani semua ini, namun kesempatan masih ada. Tugasku hanyalah berikhtiar agar semua asaku tercapai, tak lupa setiap perbuatan harus diiringi dengan do’a, karena sebuah do’a bisa mengubah hidupku.
Malam tak selamanya kelam, siang tak selamanya benderang…
Masih ada secercah harapan bagi mereka yang berkeinginan…
Ikhtiar, ikhtiar, ikhtiar, iringi dengan do’a…
Jalan masih panjang, tidak cukup dengan hanya satu langkah…
Segenggam gunungkanlah, setetes lautkanlah…
Alam terkembang jadikan guru…
“ Coretan ini terinspirasi oleh goresan tinta kehidupanku, dibumbui dengan beraromakan kenangan masa laluku. Terima kasih Yaa Allah… atas semua karunia yang telah Engkau berikan kepada hambamu ini yang tak pernah luput dari dosa. Terima kasih Umi, atas semua kasih sayang yang telah engkau berikan tanpa pamrih, kasihmu sepanjang masa tak lekang oleh waktu. Terima kasih Abi, dengan semua kesahajaanmu memberikan aku pelajaran yang begitu berharga dalam kehidupanku. Terima kasih kepada semua orang yang telah memberikan warna dalam kehidupanku, tanpa kalian hidupku akan terasa begitu hampa.”

(29/02/2012) ™___Wal afwa mingkum, Wallahu alam bishshoab___™ (00:08)

Minggu, 19 Februari 2012

Kisah Wortel, Telur, dan Kopi




Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.

Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api.

Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api.

Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.

Lalu ia bertanya kepada anaknya, “Apa yang kau lihat, nak?”"Wortel, telur, dan kopi” jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras.

Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, “Apa arti semua ini, Ayah?”

Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi ‘kesulitan’ yang sama, melalui proses perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.

Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.

“Kamu termasuk yang mana?,” tanya ayahnya. “Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?” Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.”

“Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan maka hatimu menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?.”

“Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat.”

“Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.”

“Ada raksasa dalam setiap orang dan tidak ada sesuatupun yang mampu menahan raksasa itu kecuali raksasa itu menahan dirinya sendiri”