"Tak butuh suatu hal yang rumit untuk membuatmu bahagia. Tak perlu hal istimewa agar kamu bisa tersenyum. Cukup dengan kesederhanaanlah kamu bisa menjadikan dirimu bahagia. Anggaplah semua hal yang kamu alami itu mudah, aturlah pikiranmu untuk membuat masalahmu menjadi bahagiamu."
Tak terasa sudah seminggu yang lalu aku mengikuti ajang MTQ (Musabaqoh Tilawatil Qur'an) Mahasiswa yang diadakan Universitas Padjadjaran. Ajang ini begitu bergengsinya hanya diadakan 2 tahun sekali. Merujuk pada sambutan Wakil Rektor III saat pembukaan MTQ di Gedung Graha Sanusi, MTQ Mahasiswa ini bertujuan untuk membentuk karakter mahasiswa yang notabene menjadi aset negara, supaya menjadi pemuda yang memiliki jiwa religi yang tinggi. Selain itu, ajang ini dapat menyambungkan tali silaturahim antar civitas akademika yang mungkin tadinya hanya berkutat di fakultasnya masing-masing, kini dapat berbaur satu sama lain. Oleh karena itu, selain kemenangan yang ingin dicapai, sebagai peserta harus meluruskan niat kembali bahwa ajang ini semata-mata hanya untuk mencari ridho Allah SWT.
Sebenarnya, badan ini terasa lelah mengikuti semua ini. Maklum setelah sebelumnya disibukkan dengan rutinitas kuliah, seharusnya ada jeda waktu untuk mengistirahatkan tubuh terlebih dahulu agar badan menjadi bugar kembali. Namun, demi meluruskan kembali niatku, aku harus mengikuti ajang ini untuk mengharumkan nama fakultasku. Aku sendiri diamanahi untuk menempuh jenjang pendidikan di fakultas farmasi yang sangat disibukkan dengan jadwal kuliah dan praktikumnya yang super duper. Namun, semua itu tidak menjadi penghalangku untuk mengikuti ajang bergengsi ini. Mungkin, banyak yang menyangka seorang mahasiswa farmasi mana mungkin bisa memenangkan MTQ Mahasiswa ini, mereka menyangka bahwa kami hanya bisa berkutat dengan angka, hitungan, reaksi-reaksi kimia, analisa data yang hanya bisa mengandalkan otak kiri kami yang lebih suka akan hal yang terstruktur dan rumit. Namun, semua itu justru menjadi penyokong untuk aku dan kafilah dari farmasi untuk menunjukkan bahwa kami juga bisa bersaing.
Dua hari lamanya kami harus merelakan akhir pekan untuk berjuang mencapai asa demi mengharumkan nama fakultas. Kami mengikuti berbagai cabang lomba, yaitu: Tilawah, Tartil, Syahril, Fahmil, Hifdzil, dan Lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an. Alhamdulillah perwakilan kami masuk ke grand final Tilawah, Tartil, dan Fahmil. Untuk cabang Fahmil, kami menjadi juara 1 dengan anggota (Lia, Arwa, dan Ima), mereka memang tim yang solid dengan komposisi yang saling melengkapi satu sama lain. Untuk cabang Tartil, saudari Ayu berhasil memasuki grand final dan aku sendiri Alhamdulillah masuk grand final di cabang Tilawah. Menurut informasi dari panitia, pengumuman pemenang Insya Allah akan di umumkan pada Tanggal 3 November 2012 saat Ootrad yang menjadi puncak acara Dies Natalis UNPAD. Mudah-mudahan kafilah kami dapat meraup berbagai kemenangan dari cabang lomba yang kami ikuti.
Melihat peran serta fakultas farmasi mengikuti MTQ Mahasiswa tahun ini, terjadi sebuah peningkatan yang luar biasa dan tidak disangka-sangka sebelumnya. Hal ini pula menjadi bukti bahwa farmasipun bisa bersaing di ajang ini. Aku sendiri yakin, masih banyak bibit-bibit yang bisa diunggulkan dalam ajang-ajang selanjutnya. Dukungan pihak kemahasiswaan pun lebih baik dengan memberikan respon dan dukungan penuh. Namun, di sisi lain dibutuhkan komitmen dan pemberdayaan yang kontinyu agar tercipta bibit-bibit unggul lainnya demi tercipta regenerasi yang optimal.
Perlombaan pun berakhir dan menyisakan harapan-harapan yang besar. Seperti biasanya untuk kembali ke kostan, aku biasanya menggunakan jasa transportasi bus DAMRI, lumayan sebagai mahasiswa tarifnya lebih ekonomis dan tak akan menjebol isi kantong. Di tengah perjalanan pulang, terdengar suara panggilan masuk dari handphone-ku, ternyata panggilan itu dari seorang wanita yang bernama RA. RA adalah wanita terdekatku, teman baikku, sahabat baikku, sekaligus menjadi soulmate-ku. Tak biasanya dia menelponku siang-siang bolong begini. Ternyata dia hanya menanyakan hasil perlombaan yang aku ikuti. Dengan senang hati aku menjabarkan semua kejadian yang terjadi dengan hasil yang apa adanya.
Sebenarnya aku masih heran, kenapa tiba-tiba dia menelponku, tak biasanya. Namun, setelah tadi malam aku telpon-telponan lagi sama dia, ternyata ada yang menyuruhnya menelpon. Dan yang meruruhnya untuk menelpon aku adalah ibunya, haha... Ada rasa kaget dalam hati, namun ada rasa senang juga. Ternyata begitu perhatian ibunya dia sampai-sampai aku terharu. Teruntuk RA, kini aku sangat nyaman sekali berada didekatmu, keluargamu pun sudah memberikan lampu hijau dan bahkan lebih dari apa yang aku duga. Terima kasih untuk semua yang telah kamu berikan dan aku ingin menjadikanmu sebagai "Harapan Terakhirkku" menjalani kahidupan di dunia ini bersama-sama.
Miss U Mamah Panda...
@drutama

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
A prayer that can change your life!!!
Selamat datang di blog Fullmoon_14 (",)
SPC_MBT JQ
Mangga Atuh Pasihan Komentar Ka Ieu Postingan, Di Antos Nya'... :D