Powered By Blogger

Wilujeng sumping...

" Wilujeung sumping di Blog Abdi, Jalmi nu Insya Allah Calon Pharmacist ti UNPAD tea anu ngagaduhan ngimpi anu ageung "

Selasa, 15 September 2015

Ekpedisi Menuju Kilometer (Km) 0 Indonesia, Sabang, Aceh

Lhokseumawe, 12-13 September 2015


Indonesia merupakan sebuah Negara maritim yang menyuguhkan banyak sekali keindahan alam yang tiada tara. Banyak sekali tempat wisata yang sayang sekali jika terlewatkan. Ditengah maraknya masyarakat Indonesia yang ingin liburan ke luar negeri, rela mengeluarkan kocek yang dalam dan tertunya menguras isi kantong. Ternyata masih banyak tempat di Indonesia yang jauh lebih indah dibanding tempat di luar negeri sana. Bahkan, banyak sekali turis luar yang berbondong-bondong ingin menjelajahi Indonesia. Apakah Anda tidak tertarik dengan wisata alam yang terbentang sejauh mata memandang dan itu hanya ada di INDONESIA TERCINTA.

Salah satu tempat yang bisa Anda kunjungi adalah kawasan paling barat Indonesia, yaitu kota Sabang, Nangroe Aceh Darussalam. Kota ini syarat dengan syari'at Islam yang diterapkan begitu indah. Di sepanjang jalan banyak tertuliskan Asma'ul Husna yang mengiringi perjalanan Anda. Kota yang tenang, jauh sekali dari hiruk-pikuk lalu lintas kota metropolitan.

Oke langsung saja menuju topik utama, Saya akan berbagi pengalaman saya berekspedisi "menuju km 0 Indonesia bagian barat, Sabang, Aceh". Bermula dari tugas kerja yang ditempatkan di Lhokseumawe, Aceh, saya diharuskan melakukan training bersama trainer yang didatangkan langsung dari Finlandia bernama Mr. Toumas Kuusasto dan Mr. Tommi Falt Mars. Saya berangkat dari rumah di Bogor menuju Terminal Baranang Siang yang ditempuh dalam waktu 1,5 jam. Kemudian saya menuju ke Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng dengan Angkutan Khusus Bandara (DAMRI) selama 2 jam. Sebelum Saya pergi ke Aceh, Saya diharuskan pergi ke kantor pusat yang bertempat di Surabaya, oleh karena itu Saya berhenti di Terminal 1A Bandara Soetta dengan tujuan Surabaya. Perjalanan menuju Surabaya ditempuh selama 1 jam dengan menggunakan pesawat dari Bandara Soetta. Setelah satu jam kemudian, saya beserta rombongan tiba di Bandara Juanda Surabaya dan langsung menuju kantor pusat menggunakan taksi. Disana Saya mendapatkan pembekalan dan arahan ketika sudah sampai di Aceh.

Keesokan harinya, pesawat yang Saya tumpangi take-off menuju Bandara Malikussaleh (Lhokseumawe) yang terlebih dahulu harus transit di Bandara Kualanamu (Medan). Lamanya waktu yang ditempuh sekitar 6 jam. Setelah tiba di Bandara Malikussaleh, Saya sudah dijemput dengan kendaraan kantor dan langsung dihantarkan ke 'guest house'. Jika tidak ada aral yang menghadang, training dilakukan selama 2 minggu (Mechanical and Electrical Training).

Disela-sela liburan, Saya bersama rekan memanfaatkan waktu untuk menjelajahi wilayah paling barat Indonesia, yaitu Kota Sabang. Perjalanan diawali dari guest house yang bertempat di daerah Bhatupat, Lhokseumawe. Saya memesan tiket Bus 'Sempati Star' dengan rute Medan-Aceh. Waktu yang ditempuh dari Lhokseumawe menuju Terminal Aceh selama 5 jam. Kemudian perjalanan dilanjutkan menuju Pelabuhan 'Ulee Lheue' selama 30 menit. Sesampainya di Pelabuhan, Saya pun beristirahat sejenak seraya memesan tiket Kapal Laut menuju Sabang. Ada dua pilihan tiket, pertama tiket kapal jet yang hanya menempuh waktu 45 menit dan jika Anda ingin merasakan sensasi Kapal Feri, Anda pun bisa memesan tiket Kapal ini dengan waktu tempuh selama 1 jam 30 menit.

Setelah sampai di Pelabuhan Sabang, untuk menuju tempat wisata Pantai yang indah bernama Iboih, Anda bisa menyewa mobil atau motor tergantung kebutuhan dan sesuai dengan isi dompet tentunya. Perjalan menuju Pantai Iboih bisa ditempuh selama 1 jam. Selama perjalanan Anda akan disuguhi dengan panorama alam yang begitu indah, pepohonan yang begitu rindang, hutan yang masih asri, perairan laut yang membentang. Jadi, Anda tidak akan pernah bosan menjalani ekspedisi ini karena di setiap perjalanan Anda akan merasakan sensasi yang berbeda.

Jika Anda sudah tiba di Pantai Iboih, hal pertama harus dilakukan adalah menyewa losmen untuk Anda yang berniat untuk menginap. Masyarakat sekitar dengan ramah akan menawarkan harga yang tidak terlalu menguras isi dompet dan lagi-lagi harus pintar bernegosiasi. Di pantai ini ada akan dimanjakan dengan berbagai wahana yang disediakan, seperti snorkling, banana boat, perahu, mancing dan masih banyak lagi. Meskipun banyak bule yang berkunjung tempat ini, Anda jangan berharap melihat bule yang hanya memakai bikini atau pakaian yang minim saja, karena disini aturan pakaian sangatlah ketat, harus sopan dan sesuai dengan budaya timur. Hal ini ditandai dengan larangan menggunakan pakaian mini yang tidak sesuai dengan syari'at yang akan Anda jumpai pada plang-plang disekitar area pantai.

@Pantai Iboih, Pulau Weh, Sabang
Setelah asyik melihat fauna dan flora laut yang begitu indah, Saya melanjutkan perjalanan menuju tugu Km 0 Indonesia yang menjadi tujuan awal ekspedisi. Setelah 30 menit lamanya, Saya pun tiba di Tugu Km 0 Indonesia. Disana Anda bisa melihat kera yang menyambut para pengunjung dan jika Anda beruntung bisa berselfie ria dengan kera yang begitu lincah. Selain itu, tepat di depan Tugu Km 0, Anda akan melihat laut yang terbentang luas yang akan membuat Anda bersyukur betapa indahnya ciptaan Allah yang harus kita syukuri dan jaga kelestariannya.

Km 0 Indonesia, Sabang, Aceh
Sebagai persembahan terakhir, diakhir tulisan saya suguhkan beberapa foto hasil jepretan fotografer amatiran (",) Dari Sabang sampai Merauke Indonesia tetap Bhinekka Tunggal Ika.

Persiapan, are you ready???

Let it go, Let's go go go!!!

Siluet Pantai

Lepaskanlah lelahmu

Bersnorkling ria, yeay!!!

Tetap tegar laksana karang

Bhinekka Tunggal Ika

Luruskan dan Rapatkan Shafnya

Subhanallah, indahnya ciptaan Allah :)

Kembali ke daratan

Numpang Eksis

Numero Zero

All Team Copy Reserved (c) 2015

"Hidup ini terlalu sayang untuk dilewati laksana angin lalu, resapi dan nikmatilah setiap momen yang kau dapati. Tak lupa pula untuk selalu istiqomah dalam keimanan dan ketaqwaan, semoga kita bertemu di surga-Nya nanti". Aaamiin...

Jumat, 13 September 2013

Loe adalah Sebaik-baiknya yang Diciptakan

Sempet ga loe merasa diri loe itu makhluk yang sangat sengsara di dunia ini???
Loe pasti pernah merasakan fase dimana Loe sangat terpuruk, serasa kepala ini bakal pecah walaupun semua hanya hal yang berlebihan (red: lebay). Di dalam hidup ini, sebenarnya kita dihadapkan dalam suatu pilihan, baik itu pilihan yang positif maupun yang negatif. Biasanya orang yang sedang ngalamin masalah, seringkali meratapi hal yang menimpanya. Seandainya Gue ga ngelakuin itu, seandainya Gue punya duit yang banyak, seandainya Gue punya otak yang encer, mungkin Gue ga bakal hidup sengsara kaya gini, begitulah pemikiran orang-orang yang putus asa yang hany bisa berangan-angan semata.

Tapi lihat dulu, apa Loe benar-benar orang yang sangat sengsara???
Gue rasa jawaban Loe sangatlah salah. Coba Loe pikirin, Loe punya mata sepasang bisa Loe gunain wat ngelihat betapa indahnya karunia Tuhan. Loe punya telinga, Loe bisa dengerin lagu kesukaan Loe. Loe punya hidung, bisa Loe gunain wat ngebedain bagaimana aroma bunga yang menentramkan hati Loe. Loe masih bisa bernafas dan coba Loe pikirin tidak sedikit orang yang iri sama Loe, banyak orang yang mempunyai keterbelakangan (e.g. difabel/disabilitas), apa Loe masih meragukan betapa beruntungnya Loe?

Oke, memang tidak mudah mengubah paradigma yang sudah tertancap dalam pikiran alam bawah sadar kita. Sekarang coba Loe renungin, mungkin semua keinginan Loe tidak selalu bisa didapatin, tapi yakinlah bahwa Tuhan selalu ngasih apa yang Loe butuhin. Hidup ini bagai roda yang sedang berputar, kadang di atas dan kadang juga di bawah. Tak ada yang bisa memastikan bahwa Loe akan berada di bawah selamanya. Nah, dalam hal ini yang Loe perluin hanya rasa syukur Loe yang harus ditingkatin.

Ketahuilah, bahwa jika Loe pandai bersyukur, Tuhan juga ngejamin bakal nambahin nikmat-Nya buat Loe. Jangan khawatir, semua yang ada di dunia ini kan milik Tuhan, masa sih Loe ragu sama janji Tuhan yang akan meningkatkan derajat Loe dengan syarat Loe harus pandai bersyukur dan semua itu semata-mata karena rahmat-Nya.

Jika Loe sering berdo'a dan merasa do'a Loe itu ga dikabulin, Loe salah banget. Menurut yang pernah Gue denger, ternyata semua do'a itu bakal dikabulin, namun dengan berbagai kriteria:
1. Do'a Loe langsung dikabulin seketika;
2. Do'a Loe diganti dengan hal lebih berharga buat Loe (e.g. do'a Loe diganti dengan terhindarnya Loe dari suatu musibah); atau
3. Do'a Loe bakal dikabulin di surga nanti, Aaamiin :)

Loe adalah sebaik-baiknya yang diciptakan. Ada bagian dari diri Loe yang bentuknya tidak terlalu besar menyerupai daging. Jika bagian itu rusak/kotor maka akan rusak juga semua. bagian itu adalah "HATI". Maka dari itu, Loe harus bener-bener jaga hati Loe supaya Loe tetap tenang dalam menjalani hidup.



Teruntuk kawan-kawan Gue dan tentunya sebagai renungan juga buat Gue.
Semoga bermanfaat.



Fullmoon_14

Jumat, 23 Agustus 2013

Sepintas Asa, Sepantas Usaha, Sebatas Cinta dan Seutas Nostalgia

Sepintas Asa 
"Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit, karena jikalau jatuh kamu akan melayang bersama bintang-bintang."


21 tahun lebih aku telah menikmati hidup di dunia ini. Tak terasa, waktu begitu cepat berlalu diminta maupun yang mengalir layaknya air. Semakin lama hidup di dunia ini, diriku merasakan ketidaktahuan yang begitu besar. Sudah berapa banyak hasil karya yang telah aku buat? Entahlah, aku hanya bisa berusaha dan berusaha meskipun jalan begitu berkelok, terjal. Sampai saat ini pun aku tidak tahu arah tujuan hidupku. Akan menjadi apakah diriku di masa depan? Akankah bisa menjadi orang yang berguna bagi sesama. Tidak semua yang kita inginkan akan terkabul, namun aku yakin apapun yang kita butuhkan pasti akan terwujud. Saat kecil dulu, aku pernah bercita-cita menjadi dokter, namun entah mengapa setiap tahunnya sering berubah, kadang ingin menjadi pilot, polisi dan juga kyai. Namanya juga masa kecil, masa dimana bebas berekspresi tanpa merasa beban sedikitpun. Dulu, seharusnya menjadi ladang untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik lagi. Namun, semenjak bertambahnya usia, asa dan harapan kini seolah-olah hampa tanpa adanya hal pendukung. Sekarang, aku tahu bahwa asa akan tercipta jika kita diberikan rahmat oleh Allah SWT. Akhirnya, asa tertinggiku menjadi muslim yang bahagia di dunia dan akhirat dengan ilmu-Nya. 

Sepantas Usaha
"Orang biasanya terlalu cepat menyerah dalam keadaan, padahal dia akan menyesal bahwa kesuksesan itu hanya tinggal selangkah lagi didepannya."
Asa saja tidaklah cukup tanpa adanya usaha. Jika hanya diam dan diam saja hal itu hanya bualan semata. Sebagai manusia, kita hanya diperintahkan untuk ikhtiar dan ikhtiar. Kita tidak tahu sedikitpun kehidupan dimasa mendatang. Oleh karena itu, diperlukan persiapan yang matang dalam semua kegiatan yang hendak kita lakukan. Persiapan demi persiapan dilakukan demi mencapai proses yang baik. Ketika proses yang kita lakukan baik, maka Insya Allah hasil yang akan didapatkan pun baik pula. Untuk menguatkan tujuan kita, seharusnya diawali dengan niat (tekad) yang kuat. Berani bermimpi merupakan modal utama. Sebuah rangkaian kata menyatakan bahwa "dimana ada kemauan, disitu pasti ada jalan". Semoga apa yang kita cita-citakan terlaksana dengan usaha yang halal dan mendapat ridho dari Allah SWT.

Sebatas Cinta
"Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga, hai begitulah kata pujangga."
C = cerita
I = indah
N = nan
T = tiada
A = akhirnya

Manusia diciptakan ke dunia ini dengan penuh kasih sayang. Begitu besarnya kasih sayang Allah kepada manusia, Allah pun menjadikan manusia sebagai kalifah, minimal bagi dirinya sendiri dan lebih-lebih jika bisa mempunyai manfaat bagi sesama. Allah juga mengutus seorang manusia yang memiliki budi pekerti yang luhur (uswatun hasanah) untuk memberikan rahmat bagi seluruh alam. Beliau merupakan Nabi Muhammad SAW, Rasul yang mempunyai STAF (Shiddiq, Tabligh, Amanah, Fathonah), bahkan beliau mempunyai gelar "Al-Amin" karena perkataannya yang selalu benar dan dapat dipercaya. Cinta yang paling utama hanyalah kepada Allah dan Rasul-Nya. Wallau'alam.

Seutas Nostalgia
"Nostalgia sering membuat kita merasakan masa-masa yang penuh maksa, baik itu suka maupun duka dan semua itu kan menjadi bahan refleksi diri."
Kenangan merupakan keadaan dimana kita berseluncur pada masa-masa lalu. Masa lalu yang kelam merupakan sebuah pembelajaran bagi kita untuk menjadi insan yang lebih baik lagi. Sebaliknya masa lalu yang indah bisa dijadikan sebagai bahan motivasi diri untuk menyongsong masa depan gemilang. Semoga apa yang telah kita dapatkan dimasa lalu dapat menjadikan diri kita selalu bertaqwa kepada Allah dan kita pun akhirnya dikumpulkan bersama di surga-Nya kelak. Aaamiin Yaa Robbal 'Alamiin.



Wallahu 'alam bishshowab, wal afwa mingkum...


Ttd


M. Badru Tamamudin ( 23 Agustus 2013 M/ 16 Syawwal 1434 H - 22:33)

Minggu, 26 Mei 2013

Epson, Printer Sejatiku, Melengkapi Tugas Kuliahku

Oleh: M. Badru Tamamudin
          Dewasa ini, perkembangan teknologi sangatlah pesat. Perkembangan tersebut mencakup media elektronik maupun media cetak. Terdapat relevansi antara media elektronik terhadap media cetak. Salah satu contohnya adalah terjadi pada media cetak dalam hal ini adalah percetakan. Data yang telah disusun dan diedit oleh peralatan elektronik, baik itu computer maupun alat elektronik yang lain hanya menampilkan data yang bersifat softcopy, untuk mencetak ke dalam bentuk hardcopy, biasanya dibutuhkan printer untuk mencetak data tersebut. Dalam memilih printer tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, dibutuhkan pengetahuan dan informasi yang detail dan spesifik sehingga hasil cetakan sesuai yang diharapkan.
          Saya selaku mahasiswa, pastilah tidak akan pernah jauh dari namanya tugas dan tugas baik itu berupa makalah, paper, jurnal maupun tugas lain yang bisa menguras tenaga dan pikiran. Tugas yang banyak dengan jumlah halaman yang lumayan tebal mengharuskan saya untuk mengerjakan tugas saya seefektif dan seefisien mungkin, sehingga waktu untuk mengerjakan tugas tidak terbuang sia-sia. Berbicara tentang tugas, saya pernah mengalami pengalaman pahit yang membuat saya kapok dan sedikit frustasi. Bagaimana tidak stress, makalah saya yang jumlahnya laksana skripsi harus dicetak secepat mungkin, namun apa daya printer yang saya pakai membutuhkan waktu lama untuk mencetak dan bahkan ngadat, kadang-kadang macet dan hasil cetakan tintanya pun tidak merata. Akhirnya, saya memutuskan untuk mencetak tugas saya disalah satu tempat jasa penyedia printingAlhamdulillah, walaupun saya harus mengeluarkan kocek berlebih.
          Saya sempat bertanya kepada penjaga warung printing mengenai masalah yang saya hadapi tentang printer yang sering macet dan hasil cetakan pun tidak merata. Kemudian, sambil menunggu tugas saya yang sedang dicetak, saya ngobrol ngalor-ngidul menanyakan printer yang paling bagus. “Mas, biasanya printer yang bagus dan hasil cetakannya merata yang kaya gimana sih”, pertanyaan saya ke penjaga warung printing“Biasanya yang hasilnya merata dan cepat, jadi ga boros listrik”, ungkap penjaga warung printingPenjaga itu menyarankan untuk membeli printer Epson, karena memiliki kualitas dan spesifikasi yang lengkap, hasilnya pun tidak jelek, merata dan waktunya pun cepat walaupun data yang ingin dicetak berpuluh-puluh halaman. Selang beberapa menit kemudian, hasil cetakan sata sudah selesai. Saya pun heran, biasanya printer yang saya gunakan di kostan tidak secepat ini dan hasilnya pun merata tidak kabur. Akhirnya, tugasku lengkap sudah dan siap dikumpulkan esok harinya dengan hasil yang memuaskan.
          Semenjak kejadian itu, saya memutuskan jika hendak mencetak tugas saya, saya akan mencetak dengan printer Epson yang sudah terjamin kualitasnya. Di lain sisi, saya juga mempunyai pengalaman lain yang tak kalah menariknya. Saat itu, saya mengikuti sebuah kepanitiaan dalam suatu acara kampus mengenai seminar nasional yang notabene pesertanya ratusan orang dari seluruh mahasiswa di Indonesia. Kebetulan sekali saat itu saya mendapatkan tugas dalam hal dokumentasi dan publikasi. Selain itu saya juga menjadi penanggung jawab dalam mengurus sertifikat baik untuk peserta, pembicara, maupun panitia. Saat itu diperkirakan jumlah sertifikat yang harus dicetak mencapat kurang lebih mencapai 1 rim. Jumlah sebanyak itu dibutuhkan printer yang bagus dan cepat dalam mencetak sertifikat, apalagi kertas yang digunakan untuk sertifikat lumayan tebal disbanding dengan kertas HVS biasanya. Lagi-lagi saya tertolong, salah satu teman yang kebetulan mempunyai printer Epson, bersedia meminjamkan saya untuk mencetak sertifikat untuk acara seminar nasional. Selain digunakan untuk mencetak sertifikat, printer Epson digunakan juga dalam hal kesekretariatan baik itu mencetak daftar hadir, proposal dan kebutuhan lain yang mesti dicetak. Namun, sebagai apapun hasil yang hendak dicetak, hasil cetakan tetap bagus dan berkualitas, sehingga koordinasi acara tersebut dapat berjalan dengan lancar.
        Salah satu printer Epson adalah tipe L-Series. Sebagai contoh adalah printer Epson L110 dan L210 yang didesain untuk keluarga dirumah dan harganya pun lebih terjangkau dengan kecepatan cetak 6 ipm (image per minute/ gambar per menit). Printer ini juga memiliki daya tahan yang cukup tinggi yang mampu mencetak 15.000 halaman dengan cepat dan tepat. Volume cetak yang sangat tinggi dan biaya cetak per halaman yang rendah menjadikan printer memiliki jangkauan yang luas bagi semua kalangan masyarakat, sehingga kualitasnya dapat dinikmati oleh semua kalangan. Bayangkan, meskipun biayanya terjangkau namun hasil yang diperoleh sangat memuaskan memiliki kualitas dan kuantitas yang baik, sehingga tidak salah lagi printer Epson adalah solusi yang tepat printer bagi keluarga Anda. Zaman sekarang kekhawatiran dalam biaya cetak harus dikesampingkan, karena printer Epson tipe L-Series menawarkan kepada Anda solusi yang kongkrit untuk Anda. Printer Epson L series adalah pilihan terbaik untuk kamu yang membutuhkan printer dengan volume cetak besar namun dengan biaya cetak yang sangat rendah.
Spesifikasi Printer Epson L-Series
Gambar

Epson Inkjet Photo L800

HIGH VOLUME, LOW COST PHOTO PRINTING 
Epson Original Ink Tank system
Print speed up to 34ppm
Yield of up to 1,800 4R photos
Photo CPP as low as $0.03/4R
CD/DVD Printing capabilities
(untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada sumber disini!!!)

          Bagiku, printer yang hebat adalah printer yang memberikan solusi yang kongkrit dalam hal urgensi menyelesaikan tugas-tugas saya. Sekarang dan seterusnya saya tidak ragu lagi menggunakan printer EpsonPrinter ini merupakan printer terbaik di Indonesia khususnya dan di seluruh dunia pada umumnya. Dunia sudah menjamin keunggulannya, walaupun harganya terjangkau, namun tidak mengurangi kualitas yang dihasilkan. Terima kasih untuk printer Epson, semoga tetap menjadi sabahat sejatiku dalam melengkapi tugas-tugas kuliahku. Tanpamu, mana mungkin tugas-tugasku dapat dicetak dengan baik dengan cepat dan tepat.
Tugas Kelar, pikiran segar, mata berbinar-binar dan hati terkepar
Thank a lot, printer Epson (",)

Jumat, 24 Mei 2013

Aku Memilih Setia ~ Foya

Ada banyak cara Tuhan menghadirkan cinta
Mungkin engkau adalah salah satunya
Namun engkau datang di saat yang tidak tepat
Cintaku t'lah dimiliki
Inilah akhirnya harus ku akhiri
Sebelum cintamu semakin dalam
Maafkan diriku memilih setia
Walaupun kutahu cintamu lebih besar darinya
Maafkanlah diriku tak bisa bersamamu
Walau ku sadar tulusnya rasa cintamu
Takkan mungkin untuk membagi cinta tulusku
Dan aku memilih setia
Seribu kali logika untuk menolak
Tapi ku tak bisa bohongi hati kecilku
Bila saja diriku ini masih sendiri
Pasti ku kan memilih ... kan memilih kamu JQ

Minggu, 30 Desember 2012

All about Dadu

Sekapur sirih, selayang pandang tentang perjalanan hidup seorang pria yang selalu merindukan bulan purnama…
Sebut saja Muhammad Badru Tamamuddin, pria kelahiran Bogor 20 Tahun yang lalu tepatnya pada Hari Sabtu Tanggal 14 Maret 1992 M (09 Romadhon 1412 H) dengan berat badan 2700 gram dan panjang badan 47 cm. Biasanya pria ini dikenal dengan sebutan ‘Dadu’ nama panggilan keluarga dan orang-orang terdekat. Menurut etimologi, nama pria ini memiliki arti bulan purnama penyempurna/pelengkap agama, arti yang begitu berat terasa bagi pemiliknya. Di dalam sebuah nama terdapat sebuah do’a, mudah-mudahkan Dadu menjadi insane yang selalu membela agama dalam setiap kehadirannya. Seperti bulan purnama yang selalu muncul saat kelamnya malam, Dadu kecil pun terlahirkan ke dunia tepat pada pukul 00:25 WIB, melewati tengah malam dan hampir mendekati pagi. Harapan lain, mudah-mudahan Dadu menjadi penerang saat orang lain merasa bersedih (Aaamiin).
Awalnya, Dadu diberi nama ‘Hasan Basri’, namun entah kenapa nama tersebut diganti. Ada alasan karena Dadu kecil sering sakit-sakitan, bahkan saat kecil Dadu sudah bosan dengan obat dan pernah mengalami operasi padahal kondisi badannya tidak kuat menahan sakitnya operasi. Mungkin sudah menjadi suratan takdirnya, di dalam kondisi yang serba kekurangan, Allah memberikan kesempatan dan kenikmatan untuk melanjutkan hidup. Padahal mendengar narasumber yang menjadi saksi kelahiran Dadu, kondisi Dadu kecil sangatlah memprihatinkan. Terima kasih Yaa Allah atas segala karunia-Mu.
Seperti layaknya anak kecil kebanyakan, Dadu kecil senang sekali main. Dadu kecil bebas melakukan apapun tanpa mengkhawatirkan resiko yang akan didapatkan. Pernah suatu ketika, Dadu kecil akan terjatuh dari sebuah pohon kecapi yang lumayan tinggi yang dibawahnya terdapat sebuah sungai yang mengalir deras. Namun, karena sedang beruntung Dadu pun tidak terjatuh. Di lain sisi, ketidakberuntungan pun pernah menghampiri Dadu kecil, diantaranya Dadu pernah digigit seekor monyet yang sedang kelaparan, maksud hati untuk memberi makan, namun malangnya sebuah gigitan yang didapatkan. Memang kurang beruntung. Selain itu, pernah suatu hari Ummi mencari Dadu karena hari sudah mau maghrib dan sebentar lagi larut malam. Ternyata, setelah beberapa jam mencari, Dadu kecil sedang asyik berenang di sebuah sungai yang lumayan besar dan lebar, padahal waktu itu arus airnya lumayan deras, namun saking nakalnya Dadu tidak mengkhawatirkan hal itu.
Teringat suatu hal yang memberikan gelak tawa. Saat itu Dadu kecil diajak Ummi untuk kondangan ke Desa tetangga. Sebagai seorang bocah kecil yang diajak jalan-jalan, pasti terlihat senang mendengar ajakan tersebut. Lagipula, disebuah kondangan pasti terdapat banyak makanan yang bisa dimakan sepuasnya. Tapi, yang terpenting adalah banyak tukang mainan. Dadu pun siap-siap dengan jurus jitunya (nangis) jika keinginannya tidak dipenuhi. Dasar manja sekali anak ini. Namun, semua rencana Dadu musnah sudah, ternyata setelah sampai ditempat tujuan tidak ada sama sekali tukang mainan yang ada hanyalah dokter-dokter berjas putih yang siap mengkhitan anak kecil. ‘Monster ganteng’ yang selalu ditakuti Dadu ini kini menghampirinya. Sial, ternyata Ummi berpura-pura mengajak Dadu kecil untuk pergi kondangan agar mau ikut ke tempat khitanan. Ternyata maksud Ummi yang sebenarnya adalah untuk mengkhitan anaknya, Dadu. Dadu kecil pun pasrah dan hanya menangis dan menangis meminta agar tidak di sunat. Namun, kali ini permintaannya tidak bisa terpenuhi dan akhirnya Dadu pun disunat juga. Setelah disunat, Dadu pun sering menangis, namun diluar dugaan ternyata banyak Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang datang memberikan ‘salam tempel’. Padahal hari ini bukan Idul Fitri ataupun Idul Adha. Tak apalah disunat juga yang penting dapat salam tempel yang banyak (perkataan Dadu dalam hari). Akhirnya Dadu pun tidak menyesal sudah disunat, karena bisa mendapatkan salam tempel.