Powered By Blogger

Wilujeng sumping...

" Wilujeung sumping di Blog Abdi, Jalmi nu Insya Allah Calon Pharmacist ti UNPAD tea anu ngagaduhan ngimpi anu ageung "

Selasa, 15 September 2015

Ekpedisi Menuju Kilometer (Km) 0 Indonesia, Sabang, Aceh

Lhokseumawe, 12-13 September 2015


Indonesia merupakan sebuah Negara maritim yang menyuguhkan banyak sekali keindahan alam yang tiada tara. Banyak sekali tempat wisata yang sayang sekali jika terlewatkan. Ditengah maraknya masyarakat Indonesia yang ingin liburan ke luar negeri, rela mengeluarkan kocek yang dalam dan tertunya menguras isi kantong. Ternyata masih banyak tempat di Indonesia yang jauh lebih indah dibanding tempat di luar negeri sana. Bahkan, banyak sekali turis luar yang berbondong-bondong ingin menjelajahi Indonesia. Apakah Anda tidak tertarik dengan wisata alam yang terbentang sejauh mata memandang dan itu hanya ada di INDONESIA TERCINTA.

Salah satu tempat yang bisa Anda kunjungi adalah kawasan paling barat Indonesia, yaitu kota Sabang, Nangroe Aceh Darussalam. Kota ini syarat dengan syari'at Islam yang diterapkan begitu indah. Di sepanjang jalan banyak tertuliskan Asma'ul Husna yang mengiringi perjalanan Anda. Kota yang tenang, jauh sekali dari hiruk-pikuk lalu lintas kota metropolitan.

Oke langsung saja menuju topik utama, Saya akan berbagi pengalaman saya berekspedisi "menuju km 0 Indonesia bagian barat, Sabang, Aceh". Bermula dari tugas kerja yang ditempatkan di Lhokseumawe, Aceh, saya diharuskan melakukan training bersama trainer yang didatangkan langsung dari Finlandia bernama Mr. Toumas Kuusasto dan Mr. Tommi Falt Mars. Saya berangkat dari rumah di Bogor menuju Terminal Baranang Siang yang ditempuh dalam waktu 1,5 jam. Kemudian saya menuju ke Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng dengan Angkutan Khusus Bandara (DAMRI) selama 2 jam. Sebelum Saya pergi ke Aceh, Saya diharuskan pergi ke kantor pusat yang bertempat di Surabaya, oleh karena itu Saya berhenti di Terminal 1A Bandara Soetta dengan tujuan Surabaya. Perjalanan menuju Surabaya ditempuh selama 1 jam dengan menggunakan pesawat dari Bandara Soetta. Setelah satu jam kemudian, saya beserta rombongan tiba di Bandara Juanda Surabaya dan langsung menuju kantor pusat menggunakan taksi. Disana Saya mendapatkan pembekalan dan arahan ketika sudah sampai di Aceh.

Keesokan harinya, pesawat yang Saya tumpangi take-off menuju Bandara Malikussaleh (Lhokseumawe) yang terlebih dahulu harus transit di Bandara Kualanamu (Medan). Lamanya waktu yang ditempuh sekitar 6 jam. Setelah tiba di Bandara Malikussaleh, Saya sudah dijemput dengan kendaraan kantor dan langsung dihantarkan ke 'guest house'. Jika tidak ada aral yang menghadang, training dilakukan selama 2 minggu (Mechanical and Electrical Training).

Disela-sela liburan, Saya bersama rekan memanfaatkan waktu untuk menjelajahi wilayah paling barat Indonesia, yaitu Kota Sabang. Perjalanan diawali dari guest house yang bertempat di daerah Bhatupat, Lhokseumawe. Saya memesan tiket Bus 'Sempati Star' dengan rute Medan-Aceh. Waktu yang ditempuh dari Lhokseumawe menuju Terminal Aceh selama 5 jam. Kemudian perjalanan dilanjutkan menuju Pelabuhan 'Ulee Lheue' selama 30 menit. Sesampainya di Pelabuhan, Saya pun beristirahat sejenak seraya memesan tiket Kapal Laut menuju Sabang. Ada dua pilihan tiket, pertama tiket kapal jet yang hanya menempuh waktu 45 menit dan jika Anda ingin merasakan sensasi Kapal Feri, Anda pun bisa memesan tiket Kapal ini dengan waktu tempuh selama 1 jam 30 menit.

Setelah sampai di Pelabuhan Sabang, untuk menuju tempat wisata Pantai yang indah bernama Iboih, Anda bisa menyewa mobil atau motor tergantung kebutuhan dan sesuai dengan isi dompet tentunya. Perjalan menuju Pantai Iboih bisa ditempuh selama 1 jam. Selama perjalanan Anda akan disuguhi dengan panorama alam yang begitu indah, pepohonan yang begitu rindang, hutan yang masih asri, perairan laut yang membentang. Jadi, Anda tidak akan pernah bosan menjalani ekspedisi ini karena di setiap perjalanan Anda akan merasakan sensasi yang berbeda.

Jika Anda sudah tiba di Pantai Iboih, hal pertama harus dilakukan adalah menyewa losmen untuk Anda yang berniat untuk menginap. Masyarakat sekitar dengan ramah akan menawarkan harga yang tidak terlalu menguras isi dompet dan lagi-lagi harus pintar bernegosiasi. Di pantai ini ada akan dimanjakan dengan berbagai wahana yang disediakan, seperti snorkling, banana boat, perahu, mancing dan masih banyak lagi. Meskipun banyak bule yang berkunjung tempat ini, Anda jangan berharap melihat bule yang hanya memakai bikini atau pakaian yang minim saja, karena disini aturan pakaian sangatlah ketat, harus sopan dan sesuai dengan budaya timur. Hal ini ditandai dengan larangan menggunakan pakaian mini yang tidak sesuai dengan syari'at yang akan Anda jumpai pada plang-plang disekitar area pantai.

@Pantai Iboih, Pulau Weh, Sabang
Setelah asyik melihat fauna dan flora laut yang begitu indah, Saya melanjutkan perjalanan menuju tugu Km 0 Indonesia yang menjadi tujuan awal ekspedisi. Setelah 30 menit lamanya, Saya pun tiba di Tugu Km 0 Indonesia. Disana Anda bisa melihat kera yang menyambut para pengunjung dan jika Anda beruntung bisa berselfie ria dengan kera yang begitu lincah. Selain itu, tepat di depan Tugu Km 0, Anda akan melihat laut yang terbentang luas yang akan membuat Anda bersyukur betapa indahnya ciptaan Allah yang harus kita syukuri dan jaga kelestariannya.

Km 0 Indonesia, Sabang, Aceh
Sebagai persembahan terakhir, diakhir tulisan saya suguhkan beberapa foto hasil jepretan fotografer amatiran (",) Dari Sabang sampai Merauke Indonesia tetap Bhinekka Tunggal Ika.

Persiapan, are you ready???

Let it go, Let's go go go!!!

Siluet Pantai

Lepaskanlah lelahmu

Bersnorkling ria, yeay!!!

Tetap tegar laksana karang

Bhinekka Tunggal Ika

Luruskan dan Rapatkan Shafnya

Subhanallah, indahnya ciptaan Allah :)

Kembali ke daratan

Numpang Eksis

Numero Zero

All Team Copy Reserved (c) 2015

"Hidup ini terlalu sayang untuk dilewati laksana angin lalu, resapi dan nikmatilah setiap momen yang kau dapati. Tak lupa pula untuk selalu istiqomah dalam keimanan dan ketaqwaan, semoga kita bertemu di surga-Nya nanti". Aaamiin...