Powered By Blogger

Wilujeng sumping...

" Wilujeung sumping di Blog Abdi, Jalmi nu Insya Allah Calon Pharmacist ti UNPAD tea anu ngagaduhan ngimpi anu ageung "

Minggu, 30 Desember 2012

All about Dadu

Sekapur sirih, selayang pandang tentang perjalanan hidup seorang pria yang selalu merindukan bulan purnama…
Sebut saja Muhammad Badru Tamamuddin, pria kelahiran Bogor 20 Tahun yang lalu tepatnya pada Hari Sabtu Tanggal 14 Maret 1992 M (09 Romadhon 1412 H) dengan berat badan 2700 gram dan panjang badan 47 cm. Biasanya pria ini dikenal dengan sebutan ‘Dadu’ nama panggilan keluarga dan orang-orang terdekat. Menurut etimologi, nama pria ini memiliki arti bulan purnama penyempurna/pelengkap agama, arti yang begitu berat terasa bagi pemiliknya. Di dalam sebuah nama terdapat sebuah do’a, mudah-mudahkan Dadu menjadi insane yang selalu membela agama dalam setiap kehadirannya. Seperti bulan purnama yang selalu muncul saat kelamnya malam, Dadu kecil pun terlahirkan ke dunia tepat pada pukul 00:25 WIB, melewati tengah malam dan hampir mendekati pagi. Harapan lain, mudah-mudahan Dadu menjadi penerang saat orang lain merasa bersedih (Aaamiin).
Awalnya, Dadu diberi nama ‘Hasan Basri’, namun entah kenapa nama tersebut diganti. Ada alasan karena Dadu kecil sering sakit-sakitan, bahkan saat kecil Dadu sudah bosan dengan obat dan pernah mengalami operasi padahal kondisi badannya tidak kuat menahan sakitnya operasi. Mungkin sudah menjadi suratan takdirnya, di dalam kondisi yang serba kekurangan, Allah memberikan kesempatan dan kenikmatan untuk melanjutkan hidup. Padahal mendengar narasumber yang menjadi saksi kelahiran Dadu, kondisi Dadu kecil sangatlah memprihatinkan. Terima kasih Yaa Allah atas segala karunia-Mu.
Seperti layaknya anak kecil kebanyakan, Dadu kecil senang sekali main. Dadu kecil bebas melakukan apapun tanpa mengkhawatirkan resiko yang akan didapatkan. Pernah suatu ketika, Dadu kecil akan terjatuh dari sebuah pohon kecapi yang lumayan tinggi yang dibawahnya terdapat sebuah sungai yang mengalir deras. Namun, karena sedang beruntung Dadu pun tidak terjatuh. Di lain sisi, ketidakberuntungan pun pernah menghampiri Dadu kecil, diantaranya Dadu pernah digigit seekor monyet yang sedang kelaparan, maksud hati untuk memberi makan, namun malangnya sebuah gigitan yang didapatkan. Memang kurang beruntung. Selain itu, pernah suatu hari Ummi mencari Dadu karena hari sudah mau maghrib dan sebentar lagi larut malam. Ternyata, setelah beberapa jam mencari, Dadu kecil sedang asyik berenang di sebuah sungai yang lumayan besar dan lebar, padahal waktu itu arus airnya lumayan deras, namun saking nakalnya Dadu tidak mengkhawatirkan hal itu.
Teringat suatu hal yang memberikan gelak tawa. Saat itu Dadu kecil diajak Ummi untuk kondangan ke Desa tetangga. Sebagai seorang bocah kecil yang diajak jalan-jalan, pasti terlihat senang mendengar ajakan tersebut. Lagipula, disebuah kondangan pasti terdapat banyak makanan yang bisa dimakan sepuasnya. Tapi, yang terpenting adalah banyak tukang mainan. Dadu pun siap-siap dengan jurus jitunya (nangis) jika keinginannya tidak dipenuhi. Dasar manja sekali anak ini. Namun, semua rencana Dadu musnah sudah, ternyata setelah sampai ditempat tujuan tidak ada sama sekali tukang mainan yang ada hanyalah dokter-dokter berjas putih yang siap mengkhitan anak kecil. ‘Monster ganteng’ yang selalu ditakuti Dadu ini kini menghampirinya. Sial, ternyata Ummi berpura-pura mengajak Dadu kecil untuk pergi kondangan agar mau ikut ke tempat khitanan. Ternyata maksud Ummi yang sebenarnya adalah untuk mengkhitan anaknya, Dadu. Dadu kecil pun pasrah dan hanya menangis dan menangis meminta agar tidak di sunat. Namun, kali ini permintaannya tidak bisa terpenuhi dan akhirnya Dadu pun disunat juga. Setelah disunat, Dadu pun sering menangis, namun diluar dugaan ternyata banyak Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang datang memberikan ‘salam tempel’. Padahal hari ini bukan Idul Fitri ataupun Idul Adha. Tak apalah disunat juga yang penting dapat salam tempel yang banyak (perkataan Dadu dalam hari). Akhirnya Dadu pun tidak menyesal sudah disunat, karena bisa mendapatkan salam tempel.

Selasa, 11 Desember 2012

Sobat ODHA, kalian tidak sendiri kawan!


For www.odhaberhaksehat.org; From M. Badru Tamamudin (Farmasi Unpad)


Apa yang ada dibenak kawan-kawan jika mendengar kata ODHA? Tentunya kebanyakan berpikiran yang tidak-tidak. ODHA yang merupakan penderita salah satu penyakit yang mematikan didunia. AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan bentuk terparah atas akibat infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus). HIV merupakan salah satu bentuk retrovirus yang biasanya menyerang alat-alat vital misalnya sistem kekebalan tubuh manusia, sehingga akan mengakibatkan sistem imun berkurang pertahanannya. Salah satu gejala awalnya adalah: ketahanan tubuh menurun, lesu, demam, otot sakit, batuk, dan sariawan berulang. Biasanya menular dengan cara seks bebas, jarum suntik dan mungkin transfusi darah yang terkena infeksi virus ini.
1Desember kemarin, tepatnya pada hari Sabtu, semakin banyak saja suara-suara rakyat yang menyerukan tentang ODHA ini. Sebagai insan yang mulia, seharusnya ODHA tidak boleh dikucilkan, yang lalu sudahlah berlalu cukup saja menjadi kenangan yang bisa diambil manfaatnya jangan sampai terjatuh ke lubang yang sama. Namun, sebaliknya kita harus mengayomi, merangkul mereka dengan segenap kemampuan kita. Dengan adanya hubungan harmonisasi ini, diharapkan ODHA dapat sembuh dengan total dan dapat melaksanakan semua aktivitasnya dengan penuh semangat dan daya juang yang tinggi. Sebagai itu, kita juga harus melihat pada diri sendiri, belum tentu kita lebih baik jika dibandingkan dengan ODHA. Jadi, semua orang disisi Tuhan itu sama yang berbeda hanya amal ibadah dan tingkat ketakwaannya.
Suara gemuruh disana-sini menyerukan tentang hari AIDS sedunia. Namun, jika hanya berbanyak kata tanpa berkarya nyata, maka semuanya akan sia-sia saja. Diperlukan langkah kongkrit bagi sobat ODHA. Diantara cara yang bisa ditempuh adalah dengan melakukan pembinaan, penyuluhan dan rehabilitasi terhadap sobat ODHA. Bagaimanapun ini semua adalah tanggung jawab kita bersama sebagai makhluk sosial yang tidak bisa berdiri sendiri, butuh bantuan dari orang lain.
Hidup ini adalah pilihan, sukses tidaknya hidup kita nanti tergantung pilihan yang kita tentukan. Begitu juga dengan pergaulan, dewasa ini pergaulan  sudah melewati berbagai norma kesusilaan, sehingga tercipta suatu penyelewengan yang berdampak buruk pada kepribadian bangsa. Pemuda sebagai penerus bangsa, seharusnya memberikan andil yang positif dalam membangun karakter bangsa. Jangan sampai terjerat dalam pergaulan bebas yang akan berakibat buruk pada dirinya sendiri ataupun khalayak pada umumnya.



So Save Our Habitual and Keep Our Body From Freesex

Dibutuhkan suatu tahapan-tahapan dalam menghadapi ODHA, mereka juga sama seperti kita yang harus dilindungi apapun yang akan terjadi. Tahapan-tahapan tersebut antara lain:
1.      Pendekatan secara personal
Biasanya ODHA bersikap tertutup karena dia merasa dirinya sendiri merupakan aib bagi orang lain. Sehingga dibutuhkan sikap yang lemah-lembut yang tidak terkesan menggurui, sehingga mereka tidak merasa tertekan dengan kondisi yang sedang dihadapi. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan celah agar ODHA memberikan informasi apa yang telah terjadi kepadanya, sehingga dapat dilakukan penanganan yang tepat.
2.      Hubungi kerabat terdekat
Jika pendekatan personal sudah tidak mampu dilakukan. Mungkin dengan adanya orang terdekatnya, ODHA bisa lebih terbuka karena merasa lebih nyaman dengan orang yang sudah ia kenal sebelumnya, sehingga terciptanya suatu transparansi informasi ODHA kepada pihak yang membutuhkan untuk tahap pengobatan.
3.      Tahap pengobatan/rehabilitasi
Setelah dilakukan pendekatan personal dan dihubungkan dengan orang terdekat, perlu juga dilakukan rehabilitasi. Di tempat itu ODHA akan dikumpulkan dengan senasib sepenanggungan, sehingga mereka tidak merasa sendiri dan bisa melakukan aktivitas sosial secara bersamaan.
Selain itu, diperlukan juga tekad yang kuat untuk sembuh. Jika tidak diawali niat yang tulus, maka semua usaha yang dilakukan akan sia-sia semata.
            Apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah terkena HIV/AIDS?
1.      Katakan tidak pada hubungan bebas
Salah satu faktor yang utama penyebab infeksi virus HIV adalah dengan hubungan bebas. Sehingga virus akan menyebar dengan begitu mudah dan cepat dalam inkultivasinya dan akan berdampak buruk bagi penderitanya.
2.      Lakukan aktivitas sosial
Melakukan kegiatan kemanusiaan dapat membantu meningkatkan jiwa sosial dan membantu softskill yang harus dimiliki untuk menjadi insan yang berkualitas, dengan begitu diharapkan akan menjadi insan yang berjiwa sosial yang tinggi.
3.      Berolahraga
Berolahraga selain dapat meningkatkan daya tahan tubuh, bisa juga sebagai tahap pencegahan terhadap perilaku yang menyimpang seperti pergaulan bebas. Dengan aktivitas olahraga ini, dapat meningkatkan prestasi dengan sportivitas yang tinggi tentunya.
Semua pilihan memang sudah tersedia adanya, namun kita harus memilih mana yang terbaik untuk kita nantinya, jangan sampai pilihan kita akhirnya menjadikan kita insan yang terjerumus. Pemilihan teman pun akan mempengaruhi proses pergaulan. Jika kita terbiasa dengan teman yang rajin dan baik maka kita juga akan terkena virus rajin dan baiknya. Sebaliknya jika kita berteman dengan yang kurang baik, maka bisa jadi kita akan terjerat dalam pergaulan yang salah. Walaupun sebenarnya pergaulan itu dikembalikan ke diri masing-masing. Jika bisa menjaga diri sendiri dan menahan hawa nafsu, maka tidak akan sampai kita terjerumus.
            Orang yang dekat dengan pedagang minyak wangi akan terkena wanginya, jadi semua tergantung dalam pemilihan kawan. Pilihlah pilihan yang aman bagi diri sendiri dan orang lain. Satu hal lagi ODHA bukan untuk dikucilkan atau dicemooh, namun harus diberikan kasih sayang dan merangkulnya dengan pelukan yang hangat. Semoga kasus HIV/AIDS terus berkurang setiap periodenya dan berharap tidak ada kasus seperti ini lagi. 


" ORANG DENGAN HIV/AIDS BERHAK SEMBUH TANPA TERKECUALI, TUGAS KITA ADALAH MERANGKUL DAN JANGAN PERNAH MENGUCILKANNYA "