dimalam penuh bintang
di atas sajadah yang kubentang
sedu sedan sendiri
mengaduh pada Yang Maha Kuasa
betapa naif diriku ini hidup tanpa ingat pada-Mu
urat nadi pun tahu aku hampa..
di malam penuh bintang
di bawah sinar bulan purnama
kupasrahkan semua
keluh kesah yang aku rasa
sesak dadaku
menangis pilu
saat ku urai dosa-dosaku..
dihadapan-MU ku tiada artinya............
doa kalbu tak bisa aku bendung
deras bak hujan di gunung sahara
hatiku yang gersang........
terasa oleh tenteram...
hanya Engkau yang tahu siapa aku
tetapkanlah seperti malam ini
sucikan diriku selama-lamanya.......
DOA KALBUKU......
Setetes lautkanlah... Segenggam gunungkanlah... Alam terkembang jadikan guru... (",)-----SPC
Far~Klung (Farmasi Angklung)
Wilujeng sumping...
" Wilujeung sumping di Blog Abdi, Jalmi nu Insya Allah Calon Pharmacist ti UNPAD tea anu ngagaduhan ngimpi anu ageung "
Rabu, 28 Maret 2012
Selasa, 27 Maret 2012
Nikmatin Aje, Ambil Hikmahnye...
Bismillah...
Malam ini tak seperti malam kemaren
Hujan turun lebat mengundang rasa kantuk yang begitu dalam
Seperti biasa, malam ini aku masih saja terjaga dalam tidurku
Bukan karena ga mau tdur, bahkan mata ini sudah ga bsa nahan kantuk lagi
Malam ini, malam luar biasa dimana semua tugas seabreg mulai muncul ke permukaan
Di mulai dengan lapak praktikum Fitokimia mengenai screening curubitae semen, kebetulan aku kebagian Teori Dasar dan itu selesai lebih awal pagi tadi
Di susul dengan lapak Farmakologi tt pengujian obat analgetika mengenai obat penghilang/pengurang rasa nyeri dibagi menjadi kelompok uji, standar, dan kontrol. Dalam lapak ini aku kebagian pembahasan yang banyak menguras pikiran, dan akhirnya selesai juga
Sorenya aku rapat Divisi MTQ PHARMA Unpad membahas proker Les Tahsin, dan aku kebagian sebagai Penanggung Jawab sekaligus Ketua, dalam hal ini aku harus menyelaikan prosposal kasar yang harus segera jadi, luar biasa proposal jadi hanya semalam dengan jurus kepepet maut
Akhirnya, aku dapat sms lagi disuruh ngirim anggaran dana untuk acara Leadership & Enterpreunership School (LES), kebetulan aku kebagian menjadi koordinator seksi konsumsi. Kali pertama aku memegang amanah ini harus menghitung uang namun ga ada sama sekali wujud nampak uangnya (sibuk ngitung uang orang lain)
Tadinya mau dilanjutin dengan menulis cerpen atau puisi atau apalah...
Dan ku putuskan untuk menulis kisah di-blog saja...
Huaaa...rasanya ga ada henti-hentinya tugas ini itu, namun aku harus menerimanya dengan lapang dada, belajar manajemen waktu, belajar ikhlas, hidup itu harus dinikmati dan dijalani kawan. Dan pada akhirnya semua kan berakhir dengan bahagia...
C U in my dream...zzzZZZZZ....
Malam ini tak seperti malam kemaren
Hujan turun lebat mengundang rasa kantuk yang begitu dalam
Seperti biasa, malam ini aku masih saja terjaga dalam tidurku
Bukan karena ga mau tdur, bahkan mata ini sudah ga bsa nahan kantuk lagi
Malam ini, malam luar biasa dimana semua tugas seabreg mulai muncul ke permukaan
Di mulai dengan lapak praktikum Fitokimia mengenai screening curubitae semen, kebetulan aku kebagian Teori Dasar dan itu selesai lebih awal pagi tadi
Di susul dengan lapak Farmakologi tt pengujian obat analgetika mengenai obat penghilang/pengurang rasa nyeri dibagi menjadi kelompok uji, standar, dan kontrol. Dalam lapak ini aku kebagian pembahasan yang banyak menguras pikiran, dan akhirnya selesai juga
Sorenya aku rapat Divisi MTQ PHARMA Unpad membahas proker Les Tahsin, dan aku kebagian sebagai Penanggung Jawab sekaligus Ketua, dalam hal ini aku harus menyelaikan prosposal kasar yang harus segera jadi, luar biasa proposal jadi hanya semalam dengan jurus kepepet maut
Akhirnya, aku dapat sms lagi disuruh ngirim anggaran dana untuk acara Leadership & Enterpreunership School (LES), kebetulan aku kebagian menjadi koordinator seksi konsumsi. Kali pertama aku memegang amanah ini harus menghitung uang namun ga ada sama sekali wujud nampak uangnya (sibuk ngitung uang orang lain)
Tadinya mau dilanjutin dengan menulis cerpen atau puisi atau apalah...
Dan ku putuskan untuk menulis kisah di-blog saja...
Huaaa...rasanya ga ada henti-hentinya tugas ini itu, namun aku harus menerimanya dengan lapang dada, belajar manajemen waktu, belajar ikhlas, hidup itu harus dinikmati dan dijalani kawan. Dan pada akhirnya semua kan berakhir dengan bahagia...
C U in my dream...zzzZZZZZ....
Label:
Farmasi Unpad,
Perjalanan Hidup,
Racau
Rabu, 21 Maret 2012
Wanita Berkaca-mata
Perbincangan itu entah darimana awalnya, semuanya mengalir begitu saja laksana air yang mengalir
Kau begitu penuh misteri, tak mampu ku melihat pesan tersirat sekalipun darimu
Kau penuh dengan hijab yang begitu indah
Menjaga kerahasiaan innerbeauty dalam dirimu
Pesonamu begitu merasuk ke dalam kalbu
Bahkan, menatap wajahmu pun aku tidak berani
Belum pernah kita berbincang bersama secara langsung
Namun, dirimu begitu dekat dihatiku
Biarlah ku tak mampu melihat wajahmu seutuhnya
Biarlah perbincangan kita terhijab
Biarkan semua terjadi apa adanya
Karena tersirat kau telah aku pilih
Mungkin kamu tidak mengetahui
Mungkin kamu tidak peka
Namun, ku yakin kamu merasakan hal yang sama
Karena rasa ini tercipta dalam naungan kasih-Nya
Wahai...wanita berkaca-mata
Begitu lembut suaramu
Begitu baik akhlakmu
Dan aku menyukai semua itu
Cinta ini begitu tulus
Tanpa paksaan dari siapapun
Karena dalam diri ini
Ku telah menemukan pengganti, yang bisa mengisi relung hati ini
Karena bagiku...
Kini kaulah wanita terindah...
(",)
Kau begitu penuh misteri, tak mampu ku melihat pesan tersirat sekalipun darimu
Kau penuh dengan hijab yang begitu indah
Menjaga kerahasiaan innerbeauty dalam dirimu
Pesonamu begitu merasuk ke dalam kalbu
Bahkan, menatap wajahmu pun aku tidak berani
Belum pernah kita berbincang bersama secara langsung
Namun, dirimu begitu dekat dihatiku
Biarlah ku tak mampu melihat wajahmu seutuhnya
Biarlah perbincangan kita terhijab
Biarkan semua terjadi apa adanya
Karena tersirat kau telah aku pilih
Mungkin kamu tidak mengetahui
Mungkin kamu tidak peka
Namun, ku yakin kamu merasakan hal yang sama
Karena rasa ini tercipta dalam naungan kasih-Nya
Wahai...wanita berkaca-mata
Begitu lembut suaramu
Begitu baik akhlakmu
Dan aku menyukai semua itu
Cinta ini begitu tulus
Tanpa paksaan dari siapapun
Karena dalam diri ini
Ku telah menemukan pengganti, yang bisa mengisi relung hati ini
Karena bagiku...
Kini kaulah wanita terindah...
(",)
Minggu, 18 Maret 2012
Ku sadari disetiap lembaran hidupku, tak selamanya kelam itu pahit, tak selamanya terang itu manis, bahkan bisa saja kontras dengan keadaan
Meskipun kini ku tau kamu telah menemukan matahari terbit untuk menjaga kilaumu, namun aku disini sendiri tetap akan merasakan hal yang sama
Aku hanya seorang purnama yang kelam, penuh dengan ketidaksempurnaan, bahkan untuk menyinari saja, aku hanya memantulkan sinar tak sepenuhnya memancarkan
Banyak kenangan yang telah dilalui, aku sadar itu hanya masa lalu tidak mungkin bisa kembali, mungkin hanya dalam mimpi sajalah ku 'kan kembali
Apa yang aku banggakan? mengurus diri sendiri saja tidak becus apalagi mengurus orang lain
Sungguh ironi memang, di tengah keramaian aktivitas sehari-hariku, aku masih merasa sepi
Kini ku sadari kembali semuanya hanya angan semata
Kadang kala, aku butuh waktu sendiri, butuh waktu untuk evaluasi
Kadang kala keramaian tidak membuatku senang
Hanya sepi yang bisa membuatku damai
Mungkin untuk selama-lamanya, entahlah
Aku hanya ingin sendiri, sendiri, sendiri di tempat yang sejuk dan bisa ku tatap langit biru dalam bentangan padang rumput luas
Sejenak, aku tak ingin ada yang menemani, tak ada lagi yang mengganggu kesendirianku
Ego memang, namun itu hakku tak ada yang bisa menghalangiku
Toh aku hanya mencari ketenangan saja tanpa mengganggu siapapun
Enyahlah kesedihan, pergi jauh jangan pernah menghampiri
Seutuhnya aku udah bosan dengan kesedihan yang berlarut
Kini ku hanya butuh secercah cahaya kebahagiaan
Ku ingin kembali menpunyai teman kebahagiaan
Tak mungkin memang, itu hanya jalan pikiranku saja yang ketakutan
Namun, sebenarnya tak ada yang tak mungkin jika berusaha
Semua dimulai dari mimpi besar yang harus dicapai
Mimpi itu sebuah kebahagiaan tanpa ada kecaman
Meskipun kini ku tau kamu telah menemukan matahari terbit untuk menjaga kilaumu, namun aku disini sendiri tetap akan merasakan hal yang sama
Aku hanya seorang purnama yang kelam, penuh dengan ketidaksempurnaan, bahkan untuk menyinari saja, aku hanya memantulkan sinar tak sepenuhnya memancarkan
Banyak kenangan yang telah dilalui, aku sadar itu hanya masa lalu tidak mungkin bisa kembali, mungkin hanya dalam mimpi sajalah ku 'kan kembali
Apa yang aku banggakan? mengurus diri sendiri saja tidak becus apalagi mengurus orang lain
Sungguh ironi memang, di tengah keramaian aktivitas sehari-hariku, aku masih merasa sepi
Kini ku sadari kembali semuanya hanya angan semata
Kadang kala, aku butuh waktu sendiri, butuh waktu untuk evaluasi
Kadang kala keramaian tidak membuatku senang
Hanya sepi yang bisa membuatku damai
Mungkin untuk selama-lamanya, entahlah
Aku hanya ingin sendiri, sendiri, sendiri di tempat yang sejuk dan bisa ku tatap langit biru dalam bentangan padang rumput luas
Sejenak, aku tak ingin ada yang menemani, tak ada lagi yang mengganggu kesendirianku
Ego memang, namun itu hakku tak ada yang bisa menghalangiku
Toh aku hanya mencari ketenangan saja tanpa mengganggu siapapun
Enyahlah kesedihan, pergi jauh jangan pernah menghampiri
Seutuhnya aku udah bosan dengan kesedihan yang berlarut
Kini ku hanya butuh secercah cahaya kebahagiaan
Ku ingin kembali menpunyai teman kebahagiaan
Tak mungkin memang, itu hanya jalan pikiranku saja yang ketakutan
Namun, sebenarnya tak ada yang tak mungkin jika berusaha
Semua dimulai dari mimpi besar yang harus dicapai
Mimpi itu sebuah kebahagiaan tanpa ada kecaman
Label:
Droe,
Perjalanan Hidup,
Racau
Rabu, 14 Maret 2012
Kepala Duaku... Awal kedewasaanku...
Dewasa kata yang sangat lazim memang bagi segelintir orang
Namun, proses pencapaiannya sangatlah butuh perjuangan
Materi, tenaga, pikiran, semua akan terkuras
Demi tercapai semua asa yang diangankan
Tak terasa, kini usiaku bertambah seiring berjalannya waktu
Usia tidak menjadi jaminan untuk sebuah kedewasaan
Lingkungan bisa membantu proses pencapaian itu
Semua perspektif itu terangkai dalam satu naungan kisah hidupku
Paradigma tentang sebuah perjuangan pun berkecamuk dalam rona
Semua berseliwir dalam kutipan kisah yang kadang senang, kadang sedih
Pada akhirnya muhasabah adalah jalan terbaik
Mencapai semua asa yang diharapkan
Namun, proses pencapaiannya sangatlah butuh perjuangan
Materi, tenaga, pikiran, semua akan terkuras
Demi tercapai semua asa yang diangankan
Tak terasa, kini usiaku bertambah seiring berjalannya waktu
Usia tidak menjadi jaminan untuk sebuah kedewasaan
Lingkungan bisa membantu proses pencapaian itu
Semua perspektif itu terangkai dalam satu naungan kisah hidupku
Paradigma tentang sebuah perjuangan pun berkecamuk dalam rona
Semua berseliwir dalam kutipan kisah yang kadang senang, kadang sedih
Pada akhirnya muhasabah adalah jalan terbaik
Mencapai semua asa yang diharapkan
Label:
Perjalanan Hidup,
Racau
Kamis, 01 Maret 2012
Izinkan Aku "Pacaran"
Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Ba’da tahmid dan shalawat…
Syukurku kepada Rabb yang telah memintalkan benang-benang napasku dengan selaksa ruh tobat. Dengan itu, aku telah menemukan kembali pencerahan diri untuk segera memperbarui tobatku.
Ukhti, bersamaan dengan napas tobat yang tiada dapat kuserahkan kepada siapapun ini, rasanya aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu, bahwa aku telah menemukan Kekasih yang lebih baik darimu. Yang Tak Pernah Tidur dan Mengantuk. Ia siap terus menerus Menjagaku, Mengurusiku, dan Memperhatikanku. Ia selalu menemaniku berdua disepertiga malamku. Ia yang Bertahta, Berkuasa, dan Maha Mencintai yang tiada pernah terbalas cinta-Nya.
Maaf Ukhti, dan aku pun sadar setelah sekian lama merangkak bahwa dirimu bukanlah apa-apa dibanding Dia. Kau sangat lemah, kecil, kerdil, dan tidak ada apa-apa dihadapan-Nya. Ia bisa berbuat apa saja sekehendak-Nya kepadamu. Sementara kau tidaklah dapat berbuat apa-apa. Dan aku sangat menghawatirkan kalau Dia Cemburu atas hari-hari yang pernah kita tingkahi sebelumya. Jujur, aku sangat takut kalau hubungan kita slama ini membuat Dia murka kepada kita, khususnya kepadaku. Dan bila itu benar-benar terjadi, sungguh apalah arti aku hidup di dunia ini hanya karena hubungan yang kita bingkai dalam tali setan ini. Ukhti, Ia Mahakuat, Mahagagah, Mahaperkasa, dan Mahakeras siksa-Nya.
Ukhti, roncean napas kita untuk bertobat belumlah habis. Apa yang telah kita lakukan selama ini akan ditanya dihadapan-Nya. Ia bisa marah, Ukhti. Marah tentang saling pandang yang pernah kita lakukan, marah karena setitik sentuhan kulit kita yang “belum” halal itu, marah karena terpaksa bahwa seketika aku harus membonceng motormu, marah karena ketetapan-Nya kuadukan padamu atau karena lamunanku yang selalu membayangkan wajahmu. Ia bisa marah, Ukhti. Ah, dibalik tirai-tirai palsu itu, semuanya belumlah terlambat. Ya. Kalau kita putuskan hubungan kita sekarang. Ia Mau Memaafkan dan Mengampuni. Ia Maha Pengampun. Dia tidak pernah lari dari kita, selama kita masih terus mencari-Nya.
Ukhti, aku mohon jangan marah. Aku sudah bertekad untuk benar-benar menyerahkan dan memutuskan semua dendam cinta dan haru biru rinduku pada-Nya, tidak pada selain-Nya. Tetapi, tak hanya diriku, Ukhti. Kau pu bisa menjadi kekasih-Nya. Namun, salah satunya adalah dengan menjauhi semua hubungan kita selama ini. Juga terus menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Aku ingin bertobat, Ukhti. InsyaAllah. Dia sudah merencanakan masa depan yang indah untuk masing-masing kita. Kalau engkau selalu dan terus mendekati-Nya. Yakinlah, kau pasti akan dilambaikan kepada seorang perempuan shalihah. Ya, dia juga lebih baik daripada diriku saat ini yang penuh dengan lelumpur dosa. Dia akan membantumu, menjaga diri dan agamamu. Agar dirimu senantiasa terbingkai dalam paragraf kesucian menyambut pernikahan yang suci nanti. Inilah doaku untukmu, semoga kau pun mendoakan aku, Ukhti.
Ukhti, aku adalah masinis yang membawa rangkaian jiwaku. Aku telah memutuskan untuk memutar haluan hidupku yang salah arah ini. Tetapi, aku tetap menghormatimu sebagai saudara dijalan-Nya. Ya. Saudara dijalan Allah. Dan inilah sampul yang menyimpul segala kebaikan antara kita. Lebih dari itu, hingga seluruh Mukmin yang ada di dunia ini. Tak mustahil pula bila yang demikian akan mempertemukan kita dengan Rasulullah di telaganya, lalu beliau pun memberi minum kita dengan air yang lebih manis daripada air sirup dirumahmu dan rumahku
Astaghfirullah. Maaf Ukhti, tak baik rasanya aku berlama-lama dalam menulis surat ini. Aku takut akan merusak hati. Goresan pena terakhirku ini adalah doa keselamatan dunia Akhirat sekaligus tanda akhir dari hubungan ‘haram’ kita slama ini. Insya Allah.
Wassalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Dikutip dari buku: "Tuhan Izinkan Aku Pacaran" dengan sedikit perubahan
Ba’da tahmid dan shalawat…
Syukurku kepada Rabb yang telah memintalkan benang-benang napasku dengan selaksa ruh tobat. Dengan itu, aku telah menemukan kembali pencerahan diri untuk segera memperbarui tobatku.
Ukhti, bersamaan dengan napas tobat yang tiada dapat kuserahkan kepada siapapun ini, rasanya aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu, bahwa aku telah menemukan Kekasih yang lebih baik darimu. Yang Tak Pernah Tidur dan Mengantuk. Ia siap terus menerus Menjagaku, Mengurusiku, dan Memperhatikanku. Ia selalu menemaniku berdua disepertiga malamku. Ia yang Bertahta, Berkuasa, dan Maha Mencintai yang tiada pernah terbalas cinta-Nya.
Maaf Ukhti, dan aku pun sadar setelah sekian lama merangkak bahwa dirimu bukanlah apa-apa dibanding Dia. Kau sangat lemah, kecil, kerdil, dan tidak ada apa-apa dihadapan-Nya. Ia bisa berbuat apa saja sekehendak-Nya kepadamu. Sementara kau tidaklah dapat berbuat apa-apa. Dan aku sangat menghawatirkan kalau Dia Cemburu atas hari-hari yang pernah kita tingkahi sebelumya. Jujur, aku sangat takut kalau hubungan kita slama ini membuat Dia murka kepada kita, khususnya kepadaku. Dan bila itu benar-benar terjadi, sungguh apalah arti aku hidup di dunia ini hanya karena hubungan yang kita bingkai dalam tali setan ini. Ukhti, Ia Mahakuat, Mahagagah, Mahaperkasa, dan Mahakeras siksa-Nya.
Ukhti, roncean napas kita untuk bertobat belumlah habis. Apa yang telah kita lakukan selama ini akan ditanya dihadapan-Nya. Ia bisa marah, Ukhti. Marah tentang saling pandang yang pernah kita lakukan, marah karena setitik sentuhan kulit kita yang “belum” halal itu, marah karena terpaksa bahwa seketika aku harus membonceng motormu, marah karena ketetapan-Nya kuadukan padamu atau karena lamunanku yang selalu membayangkan wajahmu. Ia bisa marah, Ukhti. Ah, dibalik tirai-tirai palsu itu, semuanya belumlah terlambat. Ya. Kalau kita putuskan hubungan kita sekarang. Ia Mau Memaafkan dan Mengampuni. Ia Maha Pengampun. Dia tidak pernah lari dari kita, selama kita masih terus mencari-Nya.
Ukhti, aku mohon jangan marah. Aku sudah bertekad untuk benar-benar menyerahkan dan memutuskan semua dendam cinta dan haru biru rinduku pada-Nya, tidak pada selain-Nya. Tetapi, tak hanya diriku, Ukhti. Kau pu bisa menjadi kekasih-Nya. Namun, salah satunya adalah dengan menjauhi semua hubungan kita selama ini. Juga terus menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Aku ingin bertobat, Ukhti. InsyaAllah. Dia sudah merencanakan masa depan yang indah untuk masing-masing kita. Kalau engkau selalu dan terus mendekati-Nya. Yakinlah, kau pasti akan dilambaikan kepada seorang perempuan shalihah. Ya, dia juga lebih baik daripada diriku saat ini yang penuh dengan lelumpur dosa. Dia akan membantumu, menjaga diri dan agamamu. Agar dirimu senantiasa terbingkai dalam paragraf kesucian menyambut pernikahan yang suci nanti. Inilah doaku untukmu, semoga kau pun mendoakan aku, Ukhti.
Ukhti, aku adalah masinis yang membawa rangkaian jiwaku. Aku telah memutuskan untuk memutar haluan hidupku yang salah arah ini. Tetapi, aku tetap menghormatimu sebagai saudara dijalan-Nya. Ya. Saudara dijalan Allah. Dan inilah sampul yang menyimpul segala kebaikan antara kita. Lebih dari itu, hingga seluruh Mukmin yang ada di dunia ini. Tak mustahil pula bila yang demikian akan mempertemukan kita dengan Rasulullah di telaganya, lalu beliau pun memberi minum kita dengan air yang lebih manis daripada air sirup dirumahmu dan rumahku
Astaghfirullah. Maaf Ukhti, tak baik rasanya aku berlama-lama dalam menulis surat ini. Aku takut akan merusak hati. Goresan pena terakhirku ini adalah doa keselamatan dunia Akhirat sekaligus tanda akhir dari hubungan ‘haram’ kita slama ini. Insya Allah.
Wassalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Dikutip dari buku: "Tuhan Izinkan Aku Pacaran" dengan sedikit perubahan
Label:
Artikel,
Cinta,
Perjalanan Hidup
Langganan:
Postingan (Atom)
