potongan hati itu membuatku sedikit melamun. slide-slide tentang hidupku mulai memenuhi ruang, dan yang pertama terbayang.... orang yang sangat menginspirasi -purnamaku- . tentang kebaikannya, tentang kepeduliannya, tentang kecerdasannya, tentang senyumnya, tentang semuanya... dan aku.
aku adalah orang yang selalu haus akan makna hidup. aku tak bisa menemukan kebaikan dalam diriku sendiri. aku tak merasa hidup di tengah kehidupan. dan aku.. seorang pecinta yang gagal. semuanya hampa... sampai dya datang dan membuka pintu hatiku. seperti purnama yang muncul setelah gerhana di sabtu malam, 26 juni 2010. yang sinarnya menemaniku sepanjang malam saat ku kesepian. dya mengajakku tersenyum di malam itu. tapi aku malah ingin tertawa. itu kado terindah dari alam untuk ultahku yang ke 18 -atau tepatnya yang pernah kudapatkan selama ini-.
purnama itu ... mungkin ingin menemaniku menjemput kedewasaan. itulah purnamaku. dan aku masih ingat, esok harinya matahari bersinar cerah. angin menari-nari diantara daun-daun yang menjuntai manja, sehingga pohonnya ikut bergoyang. dan aku tau... aku merasakannya... purnamaku ada di langit hidupku. selalu. kita selalu bersama. -dan memang bulan dan bumi itu tak terpisahkan-.
setelah itu aku tak menginginkan yang lain. aku tak menginginkan matahari, atau awan, atau bintang yang benderang, atau angin yang berhembus sepoi,atau hujan, atau laut... aku tak menginginkan yang lainnya. aku hanya inginkan purnamaku...sepanjang malamku...sepanjang hariku...sepanjang hidupku.
{sekarang bolehkah aku bertanya pada sepotong hati itu -kapan potongan yang lainnya kan menyatu - ?. ah, maaf... mungkin ini pertanyaan bodoh. aku tau potongan yang lainnya akan baik-baik saja.}
slide-slide hidupku masih memenuhi ruang. tentangnya, tentangku, harapan... semua menyatu. aku masih meraba-raba masa depan. aku merasakan keindahan saat kulihat ada aku, dan kau -purnamaku- di lorong-lorong waktu. aku merasakannya.... nafas-nafas asa.
saat memandang sepotong hati itu aku berdoa... -semoga potongan yang lainnya dapat menyatu kembali dan tak terpisahkan selamanya- amiin.
^_^
{permata}
Setetes lautkanlah... Segenggam gunungkanlah... Alam terkembang jadikan guru... (",)-----SPC
Far~Klung (Farmasi Angklung)
Wilujeng sumping...
" Wilujeung sumping di Blog Abdi, Jalmi nu Insya Allah Calon Pharmacist ti UNPAD tea anu ngagaduhan ngimpi anu ageung "
Kamis, 09 September 2010
Selasa, 07 September 2010
Kembali ke Kampung Halaman
Hari demi hari ku lalui dengan penuh proses kemandirian. Tak ku sangka waktu begitu cepat terlampaui menapaktilasi jejak masa lalu yang kala senang, kadang begitu menyedihkan. Namun, begitulah hidup sudah jadi suratan takdir dari yang berhak menentukan, Illahi Robbi.
Tak seharusnya aku mengeluh, tak sepantasnya aku meratapi apa yang telah ku dapatkan, karena semua rencana-Nya begitu indah, sehingga ku terhanyut dalam naungan-Nya. Ya Robbi, ternyata selama ini ku telah lalai dalam menjalankan hidup ini. Ku selalu mengeluh dan mengeluh, padahal Kau selalu menyayangiku dengan kasih sayang yang hakiki.
Setelah beberapa lama aku harus rela jauh dari keluarga, jauh dari orang-orang yang aku cintai, akhirnya ku kembali sejenak untuk menyiapkan segala sesuatunya demi tercapai citaku. Ya memang sejenak, soalnya perjuanganku masih panjang dan perlu kerja keras. Anggap saja minggu ini menjadi modalku untuk masa depan.
Memang berat 'tuk melakukan tanpa kehadiran orang tercinta. Namun, setelah ku renungi, ini 'kan baik-baik saja demi tercapainya kemandirian dan asaku. Semoga ku dapat menikmati hari-hariku di kampung halaman dengan harapan bisa mengobati rasa rinduku selama ini.
Namun, jangan kira ku
Tak seharusnya aku mengeluh, tak sepantasnya aku meratapi apa yang telah ku dapatkan, karena semua rencana-Nya begitu indah, sehingga ku terhanyut dalam naungan-Nya. Ya Robbi, ternyata selama ini ku telah lalai dalam menjalankan hidup ini. Ku selalu mengeluh dan mengeluh, padahal Kau selalu menyayangiku dengan kasih sayang yang hakiki.
Setelah beberapa lama aku harus rela jauh dari keluarga, jauh dari orang-orang yang aku cintai, akhirnya ku kembali sejenak untuk menyiapkan segala sesuatunya demi tercapai citaku. Ya memang sejenak, soalnya perjuanganku masih panjang dan perlu kerja keras. Anggap saja minggu ini menjadi modalku untuk masa depan.
Memang berat 'tuk melakukan tanpa kehadiran orang tercinta. Namun, setelah ku renungi, ini 'kan baik-baik saja demi tercapainya kemandirian dan asaku. Semoga ku dapat menikmati hari-hariku di kampung halaman dengan harapan bisa mengobati rasa rinduku selama ini.
Namun, jangan kira ku
Label:
Kenangan Terindah,
Perjalanan Hidup,
Racau
Kamis, 02 September 2010
Hari yang Melelahkan...
Tak ada keindahan seperti dulu yang begitu indah terasa begitu nyata. Kali ini aku harus 'mengalah' untuk sementara waktu agar aku bisa mencapai cita dan harapan. Ku rela lelah 'tuk sementara jika pada akhirnya ku 'kan bahagia untuk selamanya. Tak ada yang menjamin memang, namun aku berusaha mencapai kebahagiaan itu.
Semua pasti 'kan ada yang mengatur apa yang terjadi di masa depan. Namun sebagai manusia ku hanya bisa berusaha dan akhirnya tawakal jalan terakhir yang ku tempuh. Tak ada perbuatan yang sia-sia, semua pasti ada nilainya dan penilaian yang hakiki berada pada Allah SWT.
Hari demi hari ku lewati dengan penuh tantangan dan rintangan, namun ku tahu semua itu adalah proses pendewasaan diri yang membuatku semakin tangguh dalam menaklukkan hidup. Sebuah keberhasilan besar pasti melewati tantangan yang besar pula. Ku yakin ku bisa melewati semua ini dengan bantuan-Mu yaa Allah.
Bantulah aku dalam mencapai kemenangan yang sesungguhnya. Kemenangan yang baik menurut penilaian-Mu dan akhirnya ku bisa melewati hidup dengan penuh kesadaran. Semoga ku 'kan menjadi apa yang ku inginkan, sehingga perjuanganku selama ini tidak sia-sia.
Terucap dalam kata tersirat dalam makna terasa dalam cinta...
Dru Tama purnama
(",)---SPC
Semua pasti 'kan ada yang mengatur apa yang terjadi di masa depan. Namun sebagai manusia ku hanya bisa berusaha dan akhirnya tawakal jalan terakhir yang ku tempuh. Tak ada perbuatan yang sia-sia, semua pasti ada nilainya dan penilaian yang hakiki berada pada Allah SWT.
Hari demi hari ku lewati dengan penuh tantangan dan rintangan, namun ku tahu semua itu adalah proses pendewasaan diri yang membuatku semakin tangguh dalam menaklukkan hidup. Sebuah keberhasilan besar pasti melewati tantangan yang besar pula. Ku yakin ku bisa melewati semua ini dengan bantuan-Mu yaa Allah.
Bantulah aku dalam mencapai kemenangan yang sesungguhnya. Kemenangan yang baik menurut penilaian-Mu dan akhirnya ku bisa melewati hidup dengan penuh kesadaran. Semoga ku 'kan menjadi apa yang ku inginkan, sehingga perjuanganku selama ini tidak sia-sia.
Terucap dalam kata tersirat dalam makna terasa dalam cinta...
Dru Tama purnama
(",)---SPC
Label:
Dadu,
Droe,
Fullmoon,
Kenangan Terindah,
Perjalanan Hidup,
Racau
Langganan:
Postingan (Atom)
