Powered By Blogger

Wilujeng sumping...

" Wilujeung sumping di Blog Abdi, Jalmi nu Insya Allah Calon Pharmacist ti UNPAD tea anu ngagaduhan ngimpi anu ageung "

Sabtu, 06 Oktober 2012

Harapan Terakhir

"Tak butuh suatu hal yang rumit untuk membuatmu bahagia. Tak perlu hal istimewa agar kamu bisa tersenyum. Cukup dengan kesederhanaanlah kamu bisa menjadikan dirimu bahagia. Anggaplah semua hal yang kamu alami itu mudah, aturlah pikiranmu untuk membuat masalahmu menjadi bahagiamu."

Tak terasa sudah seminggu yang lalu aku mengikuti ajang MTQ (Musabaqoh Tilawatil Qur'an) Mahasiswa yang diadakan Universitas Padjadjaran. Ajang ini begitu bergengsinya hanya diadakan 2 tahun sekali. Merujuk pada sambutan Wakil Rektor III saat pembukaan MTQ di Gedung Graha Sanusi, MTQ Mahasiswa ini bertujuan untuk membentuk karakter mahasiswa yang notabene menjadi aset negara, supaya menjadi pemuda yang memiliki jiwa religi yang tinggi. Selain itu, ajang ini dapat menyambungkan tali silaturahim antar civitas akademika yang mungkin tadinya hanya berkutat di fakultasnya masing-masing, kini dapat berbaur satu sama lain. Oleh karena itu, selain kemenangan yang ingin dicapai, sebagai peserta harus meluruskan niat kembali bahwa ajang ini semata-mata hanya untuk mencari ridho Allah SWT.

Sebenarnya, badan ini terasa lelah mengikuti semua ini. Maklum setelah sebelumnya disibukkan dengan rutinitas kuliah, seharusnya ada jeda waktu untuk mengistirahatkan tubuh terlebih dahulu agar badan menjadi bugar kembali. Namun, demi meluruskan kembali niatku, aku harus mengikuti ajang ini untuk mengharumkan nama fakultasku. Aku sendiri diamanahi untuk menempuh jenjang pendidikan di fakultas farmasi yang sangat disibukkan dengan jadwal kuliah dan praktikumnya yang super duper. Namun, semua itu tidak menjadi penghalangku untuk mengikuti ajang bergengsi ini. Mungkin, banyak yang menyangka seorang mahasiswa farmasi mana mungkin bisa memenangkan MTQ Mahasiswa ini, mereka menyangka bahwa kami hanya bisa berkutat dengan angka, hitungan, reaksi-reaksi kimia, analisa data yang hanya bisa mengandalkan otak kiri kami yang lebih suka akan hal yang terstruktur dan rumit. Namun, semua itu justru menjadi penyokong untuk aku dan kafilah dari farmasi untuk menunjukkan bahwa kami juga bisa bersaing.